• 18 Februari 2020

BoK’s Lee : Kebijakan Moneter Harus Tetap Akomodatif Di Tahun Depan

Dalam pesan menyambut Tahun Baru 2020, Kepala bank of Korea, Lee Ju-yeol mengatakan bahwa kebijakan moneter harus tetap bersifat akomodatif di tahun depan karena ekonomi hanya mampu menunjukkan laju pemulihan yang moderat.

Beliau juga mengatakan bahwa para pembuat kebijakan harus mewaspadai volatilitas yang terjadi di pasar keuangan serta harus bersikap hati-hati terhadap risiko ketidakseimbangan keuangan yang mungkin semakin dalam.

Dalam pernyataanya Lee mengatakan bahwa untuk tahun mendatang akan ada kebutuhan untuk menjaga kebijakan moneter yang tetap akomodatif karena pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan melayang di bawah tingkat pertumbuhan potensial, sementara tekanan inflasi dari sisi permintaan akan tetap berada dalam laju yang lemah.

Lee mengatakan kondisi perdagangan global yang lebih ketat dan risiko geopolitik akan tetap ada untuk ekonomi yang bergantung pada ekspor, selain tantangan demografis dan tenaga kerja yang harus tetap dihadapi oleh dewan kebijakan bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneternya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat data ekonomi inflasi konsumen di Korea Selatan menunjukkan peningkatan di bulan Desember, namun pembacaan di tingkat tahunan justru mencapai rekor terendahnya, yang mana data ini memperkuat harapan bahwa bank sentral nampaknya perlu untuk menurunkan suku bunga lagi di tahun depan.

Bank of Korea telah memangkas suku bunga utama sebanyak dua kali di tahun ini menjadi 1.25%, menyamai rekor terendah yang terlihat hingga akhir 2017, yang mana pemangkasan ini dimaksudkan untuk untuk mendukung ekonomi yang goyah sekaligus juga meningkatkan laju permintaan domestik.

Lebih lanjut lee juga berjanji untuk mengambil langkah-langkah stabilisasi pasar seandainya volatilitas di pasar keuangan mencatat kenaikan, seraya mengungkapkan masih adanya kekhawatiran terhadap aliran modal yang berlebihan ke sektor real estate dan aset berisiko lainnya, yang berpotensi memperdalam ketidakseimbangan di sektor keuangan.

Sebelumnya pemerintah Korea Selatan telah mengumumkan peraturan dasar properti yang baru, termasuk pedoman hipotek yang lebih ketat guna mengendalikan terjadinya spekulasi sekaligus juga mempercepat harga properti.(