Ming, 17 November 2019

BoJ’s Funo : Bank Sentral Siap Menghadapi Risiko Yang Semakin Meluas

BoJ’s Funo : Bank Sentral Siap Menghadapi Risiko Yang Semakin Meluas

Salah seorang anggota dewan kebijakan Bank of japan, Yukitoshi Funo mengeluarkan peringatan untuk mengintensifkan dukungan terhadap ekonomi dari perlambatan pertumbuhan global, serta sekaligus juga menegaskan kembali mengenai kesiapan bank sentral untuk menghadapi risiko eksternal yang semakin meluas.

Funo mengulang kembali pandangan Bank of Japan pada bulan Juli lalu, yang akan bersikap tanpa ragu untuk mengambil tindakan guna mencapai target inflasi 2%, jika risiko pasar semakin besar.

Dalam pidatonya di depan para pemimpin bisnis di Matsue, Jepang bagian barat, Funo juga mengemukakan bahwa ada sejumlah kemungkinan yang akan dipakai sebagai langkah-langkah pelonggaran tambahan, seperti memangkas suku bunga jangka pendek maupun jangka panjang, meningkatkan pembelian aset serta mempercepat ekspansi uang primer.

Pada peninjauan kebijakan terbarunya di bulan lalu, Bank of Japan tetap pada kebijakannya saat ini, namun mereka juga memberikan isyarat adanya peluang untuk memperluas stimulusnya, yang paling cepat akan diumumkan pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan ini, dengan mengeluarkan peringatan yang lebih keras terhadap meningkatnya risiko eksternal.

Menurut Funo pihaknya tengah menghadapi situasi dimana mereka perlu untuk memberikan perhatian yang lebih dari sebelumnya terhadap risiko rusaknya momentum saat menuju target harga yang stabil. Beliau juga menambahkan bahwa dengan ekspektasi terhadap kondisi mendatang, para dewan kebijakan BoJ akan menguji kembali tren pertumbuhan ekonomi dan harga saat pertemuan pengaturan kebijakan bank sentral berikutnya.

Sebagai mantan eksekutif Toyota Motor, Funo juga menggarisbawahi peningkatan risiko dari luar negeri, seperti kebijakan ekonomi AS serta dampaknya terhadap pasar global, trade war yang masih berlangsung antara AS-Cina, Brexit serta sejumlah risiko geopolitik lainnya.

Terkait trade war, Funo berpendapat bahwa secara khusus gerakan proteksionisme dapat memicu terjadinya ketidakpastian, karena ekonomi global berada dalam kondisi yang tidak stabil, sementara perhatian harus diberikan kepada sejumlah risiko serta pengaruhnya terhadap sektor bisnis Jepang dan sentimen di sektor rumah tangga negara tersebut.

Bank of Japan yang mengacu di bawah kebijakan yang dijuluki Yield Curve Control, berjanji untuk memandu suku bunga jangka pendek di minus 0.1% serta yield obligasi 10-tahun di kisaran 0%. Selain itu mereka juga akan membeli aset berisiko perusahaan, guna mencapai target inflasi 2%, yang dinilai sulit dipahami.

Sebuah sumber mengatakan bahwa Bank of Japan akan mengacu pada buku pedeoman serta peringatan lisan untuk mengendalikan penurunan suku bunga jangka panjang secara tajam, sekaligus juga meningkatkan pertanyaan tentang kemampuan mereka untuk melakukan kontrol terhadap kurva imbal hasil sembari mengelola ekspektasi pasar.

Bank Sentral Jepang mengatakan bahwa mereka memiliki empat alat untuk memudahkan berjalannya kebijakan moneter mereka, yaitu menurunkan target yield obligasi jangka panjang, meningkatkan pembelian aset, mempercepat pencetakan uang primer dan memperdalam tingkat negatif.

Sementara sebelumnya Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda telah memperjelas bahwa bank sentral tidak akan mengesampingkan opsi apapun, termasuk memangkas suku bunga hingga ke tingkat negatif yang lebih dalam.

Akan tetapi para analis menilai bahwa tingkat suku bunga yang sudah mendekati nol, maka saat ini bank sentral tengah berada dalam kondisi sempitnya ruang bagi kebijakan mereka, karena hanya memiliki sedikit amunisi untuk melawan risiko resesi berikutnya.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here