BOJ Tahan Kenaikan Suku Bunganya, Menjaga Tekanan pada Yen

0
BOJ Tahan Kenaikan Suku Bunganya, Menjaga Tekanan pada Yen

Bank Sentral Jepang (BoJ) bertahan dengan suku bunga terendahnya pada hari Jumat (17/6), yang sebenarnya melawan gelombang pengetatan bank sentral global yang semakin intensif dan tekanan pasar baru-baru ini pada yen serta obligasi pemerintah.

Bank sentral mempertahankan pengaturan kebijakannya guna kontrol kurva imbal hasil dan pembelian aset, menurut sebuah pernyataan pada Jumat, sejalan dengan perkiraan hampir semua ekonom yang disurvei. Dalam langkah yang jarang terjadi, bank menambahkan referensi nilai tukar mata uang asing ke dalam daftar risikonya setelah yen dengan cepat melemah ke level terendah dalam 24 tahun awal pekan ini.

Gubernur Haruhiko Kuroda mendorong kembali tekanan yang meningkat guna menormalkan kebijakan karena bank sentral berlomba menaikkan suku bunga dan kelompok pasar meningkat terhadap batas imbal hasil BOJ. Dengan itu gap kebijakan dengan Federal Reserve melebar, sikap pelonggaran kuat gubernur telah menyebabkan penurunan cepat dalam yen, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan bisnis dan rumah tangga menjelang pemilihan nasional utama untuk Perdana Menteri Fumio Kishida.

Yen segera melemah terhadap dolar pasca keputusan tersebut, meskipun tetap dari level terendah 24 tahun pada Rabu. Pasca tekanan awal pekan ini, mata uang diuntungkan oleh beberapa dukungan setelah keputusan Fed sehingga menyebabkan kekhawatiran atas kemungkinan resesi AS.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada hari Rabu (15/6), dan masih beberapa kenaikan lagi yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) berada di jalur untuk meninggalkan suku bunga negatif pada akhir September karena berjanji untuk mengekang tekanan pasar pada pertemuan darurat pekan ini. Bank Sentral Swiss pada hari Kamis mengejutkan dengan kenaikan suku bunga pertama dalam 15 tahun, sementara Bank Sentral Inggri (BoE) juga kembali menaikkan suku bunganya.(yds)

Sumber: Bloomberg

Sumber: www.bpfnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here