BoJ : CSPI Jepang Mencatat Kenaikan

0

Saat ini terlihat sebuah tanda adanya tekanan inflasi yang tengah berkembang dengan didasari oleh kenaikan biaya pengiriman serta rebound permintaan yang membaik dari kondisi saat pandemi, yang menyebabkan indeks ukuran harga yang dibebankan antar perusahaan Jepang mampu mencapai level tertingginya dalam dua dekade terakhir di bulan Desember lalu.

Bank of Japan merilis data indeks harga produsen di sektor jasa yang mencatat kenaikan 1.1% di bulan Desember dari periode yang sama di tahun lalu, yang mana level indeks di 106.0 menjadi level tertinggi sejak Juli 2001 silam.

Adapun peningkatan ini banyak mendapat dorongan dari kenaikan biaya tarnsportasi dan angkutan laut yang melonjak hingga 38.6% di tingkat tahunan pada Desember lalu, yang menggarisbawahi masih adanya dampak dari gangguan terhadap rantai pasokan global terhadap biaya sektor jasa di Jepang.

Selain itu biaya iklan naik 6.4% di bulan yang sama, menyusul pembukaan kembali pembatasan aktifitas ekonomi sehingga mampu menopang laju permintaan seiring lonjakan harga grosir hingga 8.5% dari tahun sebelumnya yang menandai pencapaian rekor laju tercepat untuk kedua kalinya.

Namun demikian untuk inflasi konsumen inti hanya mencatat sebesar 0.5% di periode yang sama, jauh di bawah target dari Bank of Japan, akibat lemahnya tingkat konsumsi yang menghambat perusahaan untuk membebankan biaya yang lebih tinggi ke sektor rumah tangga.

Para pembuat kebijakan mengatakan bahwa laju pertumbuhan upah yang lebih kuat akan berperan penting untuk mempercepat laju inflasi secara berkelanjutan guna mencapai target dari bank sentral.

Jika tingkat upah mampu berada di level yang lebih tinggi maka ini akan memberikan tekanan lebih lanjut bagi biaya jasa, meskipun sebagian besar analis meragukan pihak perusahaan akan menaikkan gaji pegawainya secara agresif saat terjadi kenaikan bahan baku serta dibebani oleh kenaikan jumlah kasus infeksi Covid-19 yang mengaburkan prospek kedepannya.

Akan tetapi kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron hingga mencapai rekornya, telah memaksa pemerintah Jepang memperluas kebijakan pembatasan yang lebih ketat terhadap lebih banyak wilayah di negara tersebut, sehingga berpeluang memberi ancaman bagi ekonomi yang masih dalam kondisi rapuh.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here