BoJ : Bank Yang Memiliki CLO Luar Negeri Rentan Terhadap Penurunan Harga

BoJ : Bank Yang Memiliki CLO Luar Negeri Rentan Terhadap Penurunan Harga
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Bank-bank di Jepang, yang mampu mengumpulkan pinjaman korporasi luar negeri secara cepat, dinilai rentan terhadap penurunan harga yang tajam jika ekonomi global semakin berada dalam kondisi yang buruk. Hal ini disampaikan oleh Bank of Japan dalam laporan sistem keuangan tahunannya yang dirilis pada Kamis kemarin.

Lebih lanjut Bank of Japan mengatakan bahwa peringkat dan harga pasar dari collateralized loan obligations (CLO), yang dipegang oleh bank-bank di Jepang dapat mengalami penurunan secara substansial jika ekonomi dan pasar global berubah secara signifikan.

Disebutkan bahwa bank-bank di Jepang saat ini memiliki sekitar 15% dari CLO yang beredar secara global, namun sekitar 99% dari kepemilikan perusahaan berskala besar dinilai dengan AAA dan risiko gagal bayar dalam tahapan tersebut pada dasarnya dinilai kecil.

Norinchukin Bank dan Japan Post Bank Co. adalah di antara perusahaan-perusahaan yang kepemilikannya terhadap CLO mengalami peningkatan tajam dalam beberapa tahun terakhir, guna mencari pengembalian yang lebih tinggi di tengah kondisi suku bunga negatif di negara tersebut.

Menurut laporan keuangan terbarunya, Norinchukin sendiri saat ini memegang ¥8 triliun ($74 miliar) kepemilikan dari instrumen tersebut.

Meningkatnya perhatian pasar terhadap paparan Jepang di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi AS, telah mendorong Bank of Japan dan Financial Services Agency untuk bekerja sama di awal tahun ini, untuk melakukan survei terhadap perusahaan keuangan mengenai pembelian produk kredit luar negeri mereka.

Sementara tingkat kualitas sejumlah pinjaman yang termasuk dalam CLO dinilai telah berada dalam kondisi yang semakin buruk, meskipun belum ada tanda-tanda kerusakan dari highest-rated slices yang saat ini berlaku.

Selain itu Bank of Japan juga menyoroti kekhawatiran mereka mengenai bank yang telah meningkatkan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan domestik yang memiliki risiko, yang mengarah pada potensi terjadinya kenaikan biaya kredit.

Namun demikian bank sentral masih tetap mempertahankan penilaiannya mengenai sistem keuangan yang dinilai telah mampu mempertahankan stabilitas secara keseluruhan.(

Gulir ke Atas