BoE’s Bailey : Bank Sentral Harus Mempertimbangkan Penyesuaian Tingkat Cadangan

BoE’s Bailey : Bank Sentral Harus Mempertimbangkan Penyesuaian Tingkat Cadangan
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Gubernur Bank of England Andrew Bailey dalam sebuah artikel untuk Bloomberg menulis bahwa bank sentral Inggris harus mulai membalikkan pembelian aset dalam program pelonggaran kuantitatif sebelum menaikkan suku bunga secara berkelanjutan sebagai sebuah upaya untuk pembalikkan kebijakan moneter yang lama dari bank sentral tersebut.

Pada pekan lalu BoE telah meningkatkan target pembelian obligasi mereka menjadi 745 milliar Pounds ($922 milliar), dan sebelumnya telah memangkas suku bunga utama mereka ke rekor terendahnya di 0.1%, namun demikian Bailey mengatakan bahwa tingkat pembelian aset ini tidak harus diterima begitu saja.

Lebih lanjut Bailey menuliskan bahwa ketika tiba saatnya untuk menarik stimulus moneter, maka beliau berpendapat mungkin lebih baik untuk mempertimbangkan untuk menyesuaikan tingkat cadangan terlebih dahulu tanpa harus menunggu untuk menaikkan suku bunga asat dasar “asustained”.

Di bawah gubernur sebelumnya Mark Carney, BoE mengatakan akan menaikkan suku bunga secara material sebelum mulai menjual pembelian aset masa lalu kembali ke pasar, karena BoE memandang suku bunga sebagai alat kebijakan yang memberikan efek lebih cepat.

Akan tetapi sejak terjadinya krisis keuangan pada 2008-2009, Bank Sentral Inggris tidak pernah memiliki kesempatan untuk menaikkan suku bunga secara signifikan dan untuk itu Bailey menilai bahwa dirinya tidak ingin kepemilikan bank sentral terhadap hutang pemerintah yang tinggimenjadi fitur yang bersifat permanen.

Bailey juga mengatakan bank sentral ingin melihat peran dana pasar uang dan risiko yang ditimbulkannya terhadap pasar keuangan pada puncak kekacauan pasar yang terjadi di bulan Maret lalu, dan beliau menilai bahwa peningkatan neraca dapat membatasi ruang untuk bermanuver dalam kondisi darurat di masa depan.

Pembelian BoE atas utang publik Inggris sejak awal krisis bahkan telah melampaui peningkatan rekor dalam kebutuhan pinjaman dari pemerintah.

Dalam artikel itu Bailey juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat fakta bahwa peminjam utama dalam kondisi darurat adalah pihak pemerintah, yang mencerminkan peran penting negara dalam terjadinya krisis semacam ini, sehingga hal tersebut tidak membuat perbedaan dengan ekonomi yang mendasarinya atau pentingnya untuk menjaga biaya pinjaman tetap sesuai dengan tujuan awal.

Beliau juga menambahkan bahwa jauh dari mempertanyakan atau menangguhkan independensi tersebut maka hal ini akan mengindikasikan seruang dari Bank of England yang terjadi hanya karena independensi mereka untuk memberikan kebebasan dalam beroperasi.(

Gulir ke Atas