BoE Memangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Inggris

Bank of England telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris guna menghadapi meningkatnya kekhawatiran Brexit dan perlambatan ekonomi global, namun mereka tidak memberikan indikasi bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga seperti bank sentral lainnya.

Pasca Federal Reserve memangkas suku bunga acuannya untuk pertama kalinya sejak krisis global di hari sebelumnya, Bank of England mengatakan bahawa diperkirakan pihaknya masih akan meneruskan kebijakannya untuk menaikkan biaya pinjaman secara bertahap, meskipun kesemuanya sangat bergantung pada laju pertumbuhan global serta proses Brexit yang berjalan lancar.

Monetary Policy Committee dari Bank of England memberikan suara bulat untuk tetap mempertahankan suku bunga tidak berubah di 0.75%, yang mana hal ini sesuai dengan harapan para ekonom dalam jajak pendapat Reuters, sekaligus juga para anggota MPC mengatakan bahwa suku bunga dapat bergerak dengan cara apapun, termasuk apakah ada kesepakatan atau tidak saat Brexit.

Saat ini meningkatnya risiko Brexit No-Deal, dinilai oleh Bank of Englan telah menyebabkan penyusutan nilai tukar Poundsterling hingga mendekati level terendahnya dalam tiga tahun terakhir terhadap mata uang utama dunia lainnya.

Lebih lanjut Bank of England mengatakan bahwa pertumbuhan yang mendasari hal tersebut nampaknya telah mengalami perlambatan sejak 2018 lalu hingga dibawah level potensial, mencerminkan dampak dari intensifnya ketidakpastian Brexit terhadap investasi bisnis serta melemahnya pertumbuhan global pada perdagangan.

Perkiraan dari Bank of England ini mengasumsikan bahwa Inggris mencoba untuk menghindari kejutan terkait Brexit, namun mereka masih memperkirakan pertumbuhan sebesar 1.3% di tahun ini dan tahun depan, yang mana masing-masing perkiraan tersebut turun dari 1.5% dan 1.6% saat mengeluarkan perkiraan di bulan Mei lalu. Hasil perkiraan tersebut juga menunjukkan adanya peluang hingga 30% relatif lebih tinggi dari pertumbuhan di tingkat tahunan yang negatif dalam tiga bulan pertama di tahun depan.

Prospek pertumbuhan yang lebih lemah tetap timbul, meskipun ekspektasi pasar secara implisit memperkirakan adanya stimulus di pasar. Sebelum pengumuman hari Kamis ini, pasar memperkirakan peluang hampir 90% bahwa BoE akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum Gubernur Mark Carney habis masa jabatannya di akhir bulan Januari mendatang.

Demikian juga dengan laju inflasi yang diperkirakan masih tepat sasaran di kisaran 2%, yang mana ini melebihi target dalam waktu dua hingga tiga tahun kedepan, dengan selisih yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya di bulan Mei. Dengan pertimbangan tersebut maka Bank of England masih meramalkan bahwa ekonomi domestik masih berada dalam kondisi overheat sehingga membutuhkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi.(WD)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *