Blomberg Economics : Perlambatan Pertumbuhan Cina Berlanjut Di Bulan Oktober

Blomberg Economics : Perlambatan Pertumbuhan Cina Berlanjut Di Bulan Oktober

Indikator Bloomberg Economics yang mengumpulkan data ekonomi Cina sebagai indikator awal yang tersedia dari pasar keuangan dan sektor bisnis, menunjukkan pelemahan ekonomi di bulan keenam, termasuk indikator dari perdagangan, harga pabrik, bijih besi dan tembaga yang kesemuanya berada dalam kondisi yang semakin buruk.

Hasil yang dikumpulkan menunjukkan bahwa perlambatan ekonomi Cina di kuartal ketiga berlanjut di bulan Oktober, dengan hanya sedikit tanda stabilisasi yang menjadi bukti di tengah laju ekspansi terlemah dalam hampir tiga puluh tahun.

Seiring berkurangnya ketegangan perdagangan dengan AS pada bulan September dan Oktober yang berdampak pada sektor perdagangannya, yang terus berada dalam kondisi yang buruk di tengah lambatnya permintaan global serta dampak dari perang kebijakan tarif.

Dalam laporan disebutkan bahwa harga pabrik mengalami penurunan lebih cepat dibandingkan di bulan September, hingga menjadi harga terendahnya sejak 2016.

Dalam hal ini indikator utama untuk data harga pabrik resmi, menunjukkan bahwa tidak akan ada perbaikan segera di laju penurunan harga yang memberikan kerugian bagi perusahaan dan merusak kemampuan mereka untuk membayar hutang.

Menurut Standard Chartered PLC, data untuk perusahaan berskala kecil dan menengah memang menunjukkan tanda-tanda peningkatan di bulan Oktober. Hal ini disampaikan oleh ekonom Standard Chartered Lan Shen dan Ding Shuang dalam sebuah catatanya yang menyebutkan bahwa sub indeks untuk kinerja saat ini, ekspektasi dan kondisi kredit mengalami kenaikan selama bulan Oktober, telah meningkatkan kemungkinan pemulihan yang hangat di kuartal keempat seiring langkah-langkah kebijakan kontra-siklus lanjutan.

Selain itu permintaan domestik mengalami sedikit pemulihan, yang sebagian besar didorong oleh kinerja yang kuat di sektor konstruksi dan manufaktur meskipun perdagangan eksternal tetap menjadi potensi hambatan.

Sedangkan ekonom di UBS, Tao Wang dalam catatannya menulis bahwa tarif yang lebih tinggi serta ketidakpastian perang perdagangan dapat terus menimbulkan tekanan bagi pendapatan perusahaan serta investasi di sektor manufaktur. Untuk itu pihaknya mengharapkan adanya dukungan kebijakan yang lebih kuat di 2020 mendatang, namun dengan pelonggaran kebijakan moneter yang lebih sedikit.

Wang juga menyampaikan bahwa dirinya melihat lebih banyak pembiayaan untuk investasi infrastruktur, dukungan untuk usaha kecil menengah, kebijakan jaring pengaman sosial, reformasi struktural lebih lanjut serta pembukaan pasar domestik.(

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini