Beijing Merilis Daftar Produk AS Yang Mendapat Keringanan Tarif

Pada hari ini pemerintah Cina telah mengumumkan daftar baru yang mencantumkan 79 produk AS yang memenuhi syarat untuk mendapatkan keringanan dari tarif yang diterapkan pada saat perang perdagangan antar kedua negara mencapai puncaknya, menyusul berlanjutnya tekanan terhadap Beijing untuk meningkatkan impor dari AS.

Dalam sebuah pernyataannya, Kementerian Keuangan Cina mengatakan bahwa keringanan tarif tersebut baru akan berlaku pada 19 Mei dan berakhir pada 18 Mei 2021 mendatang.

Daftar baru tersebut tidak mencantumkan keringanan tarif bagi sejumlah produk, termasuk bijih logam langka, bijih emas, bijih perak dan konsentrat.

Pihak kementerian tidak mengungkapkan nilai impor produk, namun pemerintah Beijing pada bulan Februari telah mengatakan bahwa mereka akan memberikan pengecualian untuk 696 produk AS, termasuk produk-produk utama seperti kedelai dan olahan daging babi berdasarkan aplikasi dari perusahaan.

Pemerintahan Beijing bersama dengan negosiator perdagangan utama Washington telah mengadakan hubungan telepon pada pekan lalu untuk membahas implementasi kesepakatan fase pertama yang ditandatangani pada Januari lalu.

Berdasarkan kesepakatan itu, Cina setuju untuk meningkatkan pembelian barang-barang AS dari baseline di tahun 2017 sebesar $200 miliar selama dua tahun, dengan sekitar $77 miliar peningkatan pembelian pada tahun pertama dan $123 miliar pada tahun kedua.

Namun saat ini terjadi ketegangan baru antara kedua negara yang dipicu oleh pandemi Covid-19 yang mulai merebak di Cina pada akhir tahun lalu, yang juga menimbulkan pertanyaan seputar gencatan senjata perdagangan antar kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Dalam hal ini Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan ancamannya untuk mengakhir kesepakatan tersebut, jika Cina gagal memenuhi komitmen pembeliannya.

Surat kabar resmi Partai Komunis yang berkuasa, China Times Global pada Senin kemarin telah melaporkan bahwa beberapa penasihat pemerintah telah memberikan desakan kepada pemerintah Beijing untuk membatalkan perjanjian perdagangan sekaligus menegosiasikan segala sesuatu yang lebih menguntungkan bagi Cina.(