BBC : Aktifitas Bisnis Inggris Mengalami Pelemahan Di Kuartal Ketiga

BBC : Aktifitas Bisnis Inggris Mengalami Pelemahan Di Kuartal Ketiga

Laju aktifitas sektor bisnis di Inggris mengalami pelemahan di periode kuartal ketiga, terutama di sektor manufaktur sehingga hal ini tentunya akan memberikan dampak yang buruk bagi perekonomian Inggris di akhir tahun ini menyusul krisis Brexit dan perlambatan pertumbuhan global.

British Chambers of Commerce (BBC), merilis hasil survei mereka terhadap 6600 perusahaan, yang menunjukkan penurunan dalam laju tercepatnya sejak 2011 di aktifitas penjualan manufaktur domestik. Selain itu pertumbuhan di sektor jasa juga mengalami perlambatan.

Secara keseluruhan hasil survei ini melengkapi tanda-tanda lain dari tingkat kepercayaan bisnis di negara tersbeut yang turun secara tajam, menjelang semakin dekatnya batas waktu pelaksanaan Brexit, yang hanya menyisakan sedikit kejelasan mengenai bagaiamana Inggris akan meninggalkan Uni Eropa. Survei BCC juga menunjukkan penurunan terbesar dalam pesanan ekspor manufaktur dalam 10 tahun terakhir.

Suren Thiru selaku kepala ekonom di BBC, mengatakan bahwa hasil survei yang dilakukan pihaknya menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan dalam kegiatan ekonomi di Inggris, seiring ketidakpastian yang berlanjut terkait permasalahan Brexit serta perlambatan prospek pertumbuhan global yang semakin mencolok, sehingga memberikan tekanan turun di hampir semua indikator utama selama periode kuartal ketiga.

Thiru juga menyampaikan bahwa untuk kedepannya sepertinya masih ada pelemahan laju pesanan, penurunan tingkat kepercayaan serta investasi yang berpotensi melemah lebih lanjut dalam waktu dekat, kecuali ada tindakan untuk memperlambat laju penurunan atau bahkan membalikkan kondisi pelemahan yang terjadi saat ini.

Pengeluaran konsumen yang mendapat dukungan dari laju pertumbuhan upah tercepat dalam 11 tahun terakhir serta tingkat pengangguran yang rendah, dinilai mampu membantu mengimbangi laju perlambatan ekonomi, meskipun ada sejumlah tanda-tanda bahwa penciptaan lapangan kerja mengalami pelemahan baru-baru ini.

Lembaga tersebut menyebutkan bahwa lebih banyak perusahaan produsen yang melaporkan mengenai arus kas mereka yang berada dalam kondisi yang buruk, dibandingkan yang melaporkan adanya peningkatan arus kas. Disinyalir ada sebuah gerakan untuk mendorong penimbunan persediaan guna menghindari gangguan pasca keluarnya Inggris dari Uni Eropa di akhir bulan ini, yang mana hal ini kemungkinan akan memberikan tekanan yang lebih besar terhadap kondisi keuangan produsen.

Disebutkan pulan bahwa ekspektasi terhadap keuntungan di sektor manufaktur akan mengalami penurunan tajam hingga ke level terendahnya sejak akhir 2011 silam.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here