Akhir-akhir ini berkembang outlook di pasar bahwa Cina akan mulai menurunkan suku utama mereka di bulan depan, yang dipicu oleh memburuknya hubungan dagang dengan AS serta berkembangnya wacana reformasi interest rate, namun para bankir memperkirakan biaya pinjaman akan turun secara bertahap sehingga dukungan terhadap lambatnya ekonomi menjadi terbatas.

Para pejabat pembuat kebijakan Cina nampaknya perlu untuk mulai memacu investasi yang saat ini dalam kondisi lesu, guna menyelamatkan penciptaan lapangan kerja, namun demikian pemotongan interest rate yang besar dapat memicu peningkatan hutang lebih lanjut serta sekaligus memberikan tekanan terhadap margin keuntungan sektor perbankan yang tentunya akan semakin menaikkan risiko di sektor finansial.

Akan tetapi para analis mengatakan bahwa reformasi yang diluncurkan pada pekan lalu telah membuka jalan bagi potensi penurunan pertama yang tercantum dalam level kebijakan utama Cina dalam empat tahun kedepan, dengan langkah yang akan terlihat di bulan September mendatang, atau bertepata waktunya dengan pelonggaran yang diperkirakan akan dilakukan oleh FED.

Penurunan interest rate tahap awal diharapkan akan berlangsung secara moderat, karena pihak bank dan regulator finansial terbiasa dengan sistem penetapan rate pinjaman baru yang lebih berorientasi kepada kondisi pasar. Untuk itu People’s Bank of China tidak akan memberikan tekanan kepada para pemberi pinjaman untuk memangkas interest rate pada awalnya.

Lu Zhengwei sebagai kepala pakar ekonomi di Industrial Bank, mengatakan bahwa langkah pertama adalah memastikan lancarnya proses transisi, sehingga jika margin interest rate melebar maka hal ini lebih baik dibandingkan jika margin interest rate mengalami penyempitan.

Sebagai upaya untuk mengurangi tekanan terhadap bank, maka bank sentral diharapkan untuk mengurangi biaya pendanaan mereka dengan memangkas level fasilitas pinjaman jangka menengah atau medium-term lending facility (MLF), yang mana hal tersebut akan membuka peluang untuk penurunan Loan Prime Tingkat (LPR) dari PBOC, yang akan ditetapkan pada 20 September mendatang.

Pemerintah Cina akan menetapkan batas yang lebih lembah di level hipotek. menggarisbawahi kecemasan mengenai potensi bubbling sektor properti serta meningkatnya hutang sektor rumah tangga. Untuk memperlancar transisi, bank diberi tahu proporsi pinjaman baru, setidaknya sekitar 30% yang mana hal tersebut mengacu pada LPR. Bank-bank dapat memangkas interest rate pinjaman rata-rata yang sejalan dengan tujuan bank sentral yang lebih luas, akan tetapi masih dapat memberlakukan pajak yang lebih tertinggi untuk usaha kecil yang dianggap memiliki risiko kredit yang lebih besar.

Menghadapi biaya pembiayaan yang lebih tak terduga, beberapa perusahaan bergegas menandatangani swap interest rate untuk melindungi risiko. Salah satunya adalah Bank of Communications selaku pemberi pinjaman milik negara terbesar kelima di Cina, telah menandatangani kesepakatan swap interest rate lima tahun dengan pemberi pinjaman lainnya dan bertukar klien untuk mengubah pinjaman interest rate tetap tenor satu tahun menjadi pinjaman interest rate yang bersifat floating.(WD)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *