Bank of England: Kegagalan Kesepakatan Brexit Dapat Menganggu Pertumbuhan

Bank of England: Kegagalan Kesepakatan Brexit Dapat Menganggu Pertumbuhan

Bank of England mengatakan ketidakpastian Brexit dan pertumbuhan ekonomi dunia yang semakin lambat semakin menyebabkan ekonomi Inggris berkinerja di bawah potensinya dan kegagalan untuk mencapai kesepakatan untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober akan memperburuk masalah.

Kesembilan anggota Komite Kebijakan Moneter BoE memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap di 0.75% pada hari Kamis lalu dan mengulangi peringatan mereka bahwa Brexit yang tidak punya kesepakatan berisiko memukul sterling dan merusak pertumbuhan.

Namun risalah kebijakan mereka untuk pertama kalinya memberikan peringatan eksplisit tentang dampak penundaan Brexit lebih lanjut, dengan mengatakan “ketidakpastian yang mengakar” tentang syarat Inggris meninggalkan Uni Eropa juga akan menyebabkan kerugian, meskipun dalam skala yang lebih kecil.

Perdana Menteri Boris Johnson telah berjanji untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober dengan tanpa kesepakatan transisi jika perlu. Tetapi parlemen telah memerintahkan dia untuk menunda keberangkatan jika dia tidak dapat menengahi perjanjian baru dengan UE yang juga didukung parlemen.

“Peristiwa politik dapat menyebabkan periode lebih lanjut dari ketidakpastian yang mengakar,” kata BoE. “Semakin lama ketidakpastian itu bertahan, khususnya di lingkungan pertumbuhan global yang lebih lemah, semakin besar kemungkinan pertumbuhan permintaan akan tetap di bawah potensi, meningkatkan kelebihan pasokan.”

Gubernur BoE Mark Carney yang dijadwalkan turun pada 31 Januari tahun depan mengatakan dalam pandangan pribadinya, bahwa BoE lebih cenderung perlu menurunkan suku bunganya setelah Brexit yang tidak memiliki kesepakatan.

Awal bulan ini, ia memperkirakan bahwa dalam kasus terburuk, skenario kacau Brexit yang tidak punya kesepakatan bisa mengurangi ukuran ekonomi sebesar 5,5%. Pada hari Kamis, OECD yang berbasis di Paris memprediksi hit 2% dalam kasus Brexit No-Deal yang lebih terkelola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini