Bank Di Cina Mulai Aktif Memperketat Pasokan US Dollar

Bank-bank pemerintah Cina saat ini telah mulai aktif di pasar forward Yuan dalam pekan ini, dengan menggunakan swap guna memperketat pasokan mata uang US Dollar sekaligus juga memberikan dukungan bagi mata uang Yuan Cina.

Nilai spot Yuan selama pekan ini telah mengalami penurunan yang tajam terhadap Dollar seiring ketegangan antara Cina dan AS yang semakin meningkat serta memicu kekhawatiran pasar bahwa trade war yang terjadi saat ini antar kedua negara ekonomi besar dunia, akan berubah menjadi currencies war.

Salah seorang sumber yang dekat dengan masalah tersebut, mengatakan bahwa bank telah melakukan sejumlah besar pertukaran jual-beli di pasar Cina Daratan pada sesi perdagangan Selasa kemarin.

Swap jual-beli tersebut dinilai mampu membantu mengurangi pasokan mata uang Dollar yang dapat diakses oleh pasar untuk melakukan aksi short sell terhadap Yuan.

Salah seorang pedagang di bank asing di Shanghai mengatakan bahwa pada sesi perdagangan kemarin, mayoritas bank-bank besar telah menjual swap berjangka untuk periode satu tahun kedepan, yang kemudian pada sesi perdagangan sore hari pasangan mata uang Dollar-Yuan terpantau jatuh. Dua bank asing juga terlihat aktif dalam kegiatan offshore forward swaps.

Sementara Frances Cheung selaku kepala strategi makro untuk Asia di Westpac di Singapura, mengatakan bahwa pergerakan poin kedepan kemungkinan memberikan cerminan adanya pengetatan dalam likuiditas mata uang US Dollar, saat sejumlah pelaku pasar perlu membeli spot Dollar dan menjualnya kembali beberapa waktu kedepan. Lebih lanjut Cheung mengatakan bahwa sebagian pergerakan spot dan outright terjadi disebabkan oleh stabilisasi sentimen terhadap mata uang Yuan di sesi perdagangan kemarin.

Pemerintah Cina telah mengizinkan mata uang Yuan diperdagangkan lebih dari 7 per Dollar di sesi perdagangan awal pekan ini, yang mana ini merupakan pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade terakhir, namun setelah itu Departemen Keuangan AS menyebut Cina sebagai manipulator mata uang, sehingga meningkatkan taruhan dalam trade war antara kedua negara.

Pergerakan mata uang Yuan sempat stabil di sesi perdagangan hari Selasa kemarin, setelah otoritas Cina mengambil langkah untuk menahan penurunan nilai tukar Yuan. Presiden AS Donald Trump telah menepis kekhawatiran yang beredar di pasar terkait trade war yang berkepanjangan meskipun ada peringatan dari pihak Beijing bahwa dengan menyebutnya sebagai manipulator mata uang, maka hal ini memiliki konsekuensi yang fatal bagi tatanan keuangan global.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini