• 10 Desember 2019

AS Dan Jepang Akan Membentuk Kesepakatan Perdagangan

AS dan Jepang tengah menyusun kesepakatan perdagangan diantara keduanya, yang meliputi sektor pertanian dan otomotif, yang kemungkinan akan disepakati saat Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Shinzo Abe mengadakan pertemuan di New York pada bulan September mendatang.

Salah seorang pejabat di industri otomotif mengatakan bahwa kesepakatan tersebut bisa berisi penawaran baru kepada pihak para petani di AS, sebagai imbalan bagi pihak Washington yang mengurangi tarif bagi impor suku cadang mobil dari Jepang.

Kesepakatan tersebut juga berpotensi memberikan kemenangan bagi Abe terhadap ekspor otomotif Jepang, sekaligus juga akan membantu Trump untuk mendapatkan dukungan dari kalangan petani AS, sebagai sebuah konstituensi yang mempunyai peran penting menjelang pemilihan presiden AS tahun 2020 mendatang.

Sementara sebuah sumber lainnya yang dapat dipercaya mengatakan bahwa pemerintahan Trump saat ini sedang mencari peningkatan akses bagi produk daging sapi dan daging babi dari para peternak di AS. Peningkatan akses ke pasar Jepang akan membantu Amerika Serikat bersaing dengan anggota dari Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), yaitu sebuah perjanjian perdagangan antara Australia, Brunei Darusalam, Kanada, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura dan Vietnam. Amerika telah menarik diri dari kesepakatan dagang tersebut yang awalnya bernama Trans-Pacific Partnership, saat masa-masa awal Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS.

Selama pertemuan G20 di Osaka beberapa waktu lalu, Trump dan Abe telah melakukan pertemuan untuk membahas masalah perdagangan antar kedua negara, namun tidak ada laporan yang terperinci mengenai pertemuan tersebut.

Shinzo Abe merupakan salah satu sekutu terdekat dari Donald Trump, yang sebelumnya mengancam akan menerapkan tarif yang tinggi terhadap impor mobil dari Jepang dan Uni Eropa yang bertujuan menyamaratakan apa yang disebut sebagai ketidakseimbangan perdagangan yang tidak adil. Trump telah berulang kali mengatakan dia tidak senang dengan surplus perdagangan Jepang dengan Amerika Serikat, yang mencapai $67.6 milliar di tahun lalu, yang sebagian besarnya berasal dari ekspor otomotif Jepang.

Trump telah mengancam untuk mengenakan tarif sebesar 25% pada produk mobil-mobil Jepang yang diimpor, dengan alasan keamanan nasional namun menunda hal tersebut dikarenakan berlanjutnya pembicaraan mengenai perdagangan.

Para pemimpin kedua negara pada September lalu telah sepakat untuk membahas pengaturan yang melindungi perodusen otomotif Jepang dari kebijakan tarif lebih lanjut saat negosiasi sedang berlangsung. Setidaknya kesepakatan tersebut tidak akan memerlukan persetujuan dari pihak Kongres, karena Presiden AS dapat menghilangkah atau mengurangi tarif terhadap produk yang saat ini diberlakukan tarif sebesar 5%, dan sebagian besar tarif bagi suku cadang mobil berkisar antara 3% hingga 6%.

Saat ditanya mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan seperti demikian, salah seorang pejabat di pemerintahan Jepang, menolak untuk berkomentar, namun mengatakan bahwa diskusi di tingkat kerja mengenai perdagangan kedua pihak tengah berlangsung. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa pihaknya memiliki saling pengertian bahwa mereka harus menemukan landasan bersama sehingga mampu mendapatkan penyelesaian akhir.

Sementara sumber lainnya mengatakan bahwa gagasan kesepakatan “minitrade” tersebut, merupakan sebuah gagasan yang menarik serta masuk akal, akan tetapi ada sebuah usulan yang menilai bahwa seharusnya pembahasan dagang tersebut mencakup semua barang dan bukan hanya sektor otomotif dan pertanian.(WD)