• 12 Desember 2019

APRA : Tiga Bank Terbesar Australia Harus Menambah Persyaratan Modalnya

Regulator perbankan di Australia mengatakan bahwa tiga bank terbesar di negeri kangguru tersebut, masing-masing harus menyisihkan tambahan dana hingga sebesar A$500 juta atau sekitar $348 juta, hingga ketiganya mampu memperkuat manajemen risiko mereka sekaligus mengganti biaya pelanggan yang telah membayar fee yang tidak sesuai.

Langkah ini merupakan tekanan terhadap upaya bank untuk menaikkan tata kelola setelah serangkaian skandal yang terjadi serta penyelidikan publik terhadap kesalahan di sektor keuangan yang terjadi pada tahun lalu sehingga dapat mengurangi dana yang seharusnya diperuntukan untuk dividen.

Ketua Badan Kebijakan Prudensial Australia (APRA) Wayne Byres dalam sebuah pernyataannya, mengatakan bahwa bank-bank besar di Australia mempunyai modal yang besar dan sehat secara finansial, namun diperlukan adanya manajemen risiko non-finansial, yang mana hal ini membutuhkan fokus nyata pada akar penyebab masalah yang telah diidentifikasi, termasuk kompleksitas, akuntabilitas yang tidak jelas, lemahnya insentif serta budaya yang terlalu menerima kesenjangan yang sudah lama ada.

Westpac Banking Corp (WBC), Australia and New Zealand Banking Group Ltd (ANZ) dan National Australia Bank Ltd (NAB), yang merupakan bank pemberi pinjaman terbesar kedua, ketiga dan keempat di negara tersebut, telah menerima pemberitahuan secara tertulis tentang persyaratan modal tambahan dari APRA.

Sementara bank pemberi pinjaman terbesar di Australia, Commonwealth Bank of Australia (CBA), diharuskan untuk memenuhi persyaratan modal tambahan hingga sebesar A$1 milliar di tahun lalu, setelah dinilai telah melakukan ribuan pelanggaran protokol anti pencucian uang.

Pihak APRA sendiri kemudian meminta sejumlah perusahaan jasa keuangan lainnya untuk melaporkan sistm penilaian risiko mereka. Proses tersebut akan memberikan konfirmasi bahwa masih banyak masalah yang harus diungkap terkait skandal pencucian uang yang terkait dengan CBA.

Lebih jauh Byres mengatakan bahwa penilaian yang dilakukan sendiri oleh pihak perusahaan menunjukkan bahwa mereka telah mengalami kegagalan di sejumlah bidang dan oleh karena itu pihak APRA akan menaikkan persyaratan modal peraturan mereka hingga mampu mengatasi segala kelemahan yang ada.

Analis perbankan Macquarie dan Goldman Sachs mengatakan harapan APRA terhadap bank untuk menyelesaikan remediasi bagi pelanggan yang dirugikan dan memperkuat manajemen risiko akan memberikan tekanan terhadap besaran dividen.

Seperti halnya yang terjadi terhadap National Australia Bank yang telah memotong dividen mereka di tahun ini, namun jika mengingat kenaikan modal yang diharapkan di Selandia Baru, maka hal tersebut nampaknya cukup sepadan dengan apa yang dibutuhkan oleh bank tersebut.

Sementara CEO Westpac Brian Hartzer dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa pihaknya mengakui adanya kebutuhan untuk menaikkan manajemen risiko dan pengawasan non-finansial seraya menambahkan bahwa mereka tengah bekerja untuk menyelesaikan masalah yang saat ini dalam pengawasan pihak regulator.

Terkait akan hal itu, nilai saham dari keempat bank terbesar Asutralia tersebut mengalami pemotongan, saham ANZ turun 1.3%, sementara saham CBA dan Westpac turun sebesar 0.7% dan saham NAB mengalami pemotongan hingga 0.2% hingga saat ini.(WD)

Sumber: Topgrowth Futures, Investing.