APRA Menambah Persyaratan Modal Perbankan Australia

Regulator keuangan utama Australia mengatakan pada pagi tadi bahwa pihaknya telah memutuskan untuk menaikkan batasan modal bagi sektor perbankan, namun besarannya masih lebih lembah dibandingkan dengan yang diusulkan semula, tetapi sebagian kalangan justru menyambut baik besaran modal tersebut karena usulan semula dinilai terlalu berat.

Australian Prudential Regulation Authority (APRA) mengatakan bahwa saat ini bank akan diminta untuk menaikkan total modal mereka sebesar 3 poin persentase dari aset tertimbang menurut risiko pada Januari 2024 mendatang, lebih lembah dari usulan awal sebesar 4 hingga 5 poin persentase.

APRA mengatakan bahwa setidaknya dibutuhkan waktu empat tahun kedepan untuk mempertimbangkan metode lainnya guna mencapai target semula, yang merupakan bagian dari upaya global untuk menaikkan kemampuan sektor perbankan agar mampu menyerap kerugian selama masa tekanan yang melanda sektor keuangan.

John Lonsdale selaku wakil ketua APRA mengatakan kepada pihak media, bahwa setelah memperhitungkan umpan balik mengenai kapasitas pasar serta menaikkan persyaratan total modal hingga tiga poin persentase di 2024 mendatang, maka akan lebih mudah bagi pasar untuk menyerap dan mengurangi risiko dari konsekuensi pasar yang tidak diinginkan.

Lebih jauh lembaga regulator tersebut mengatakan bahwa persyaratan baru ini akan memperkuat kapasitas penyerapan bagi tingkat kerugian bank-bank besar yang mencapai total A$50 milliar atau setara dengan $34.87 milliar, yang disisi lain juga mengakibatkan kenaikan dalam biaya pendanaan meskipun hanya sekitar 5 basis poin.

Sementara itu empat bank utama di Australia berpendapat bahwa target modal yang lebih tertinggi akan sulit untuk dicapai dan tentunya akan semakin menambah biaya serta memberikan tekanan terhadap margin keuntungan dan berakibat terhadap kenaikan interest rate bagi para peminjam.

Dalam sebuah pernyataannya yang dikeluarkan pasca pengumuman dari APRA, pihak Australia and New Zealand Banking Group mengatakan bahwa persyaratan baru tersebut akan mewakili peningkatan total modal hingga sekitar A$12 milliar, sementara National Australia Bank (NAB) memperkirakan peningkatan modal hingga A$12.1 milliar. NAB juga menambahkan bahwa pihaknya terutama akan mengeluarkan modal Tier2 guna memenuhi persyaratan kenaikan 3 poin persentase.

Sementara untuk lembaga keuangan berskala kecil hingga menengah, APRA mengatakan bahwa kapasitas penyerapan tingkat kerugian tambahan akan dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus sebagai bagian dari proses perencanaan resolusi.

Perubahan tersebut bertujuan untuk menaikkan sumber daya keuangan yang tersedia bagi APRA agar dapat menyelesaikan permasalahan perbankan secara aman serta menimimalkan kebutuhan akan dukungan para pembayar pajak jika terjadi permasalahan atau kegagalan.(WD)

Sumber: Topgrowth Futures, Reuters.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini