Angka Pengangguran Inggris Mencatat Penuruna

Angka Pengangguran Inggris Mencatat Penuruna
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Data resmi yang dirilis hari ini menunjukkan bahwa para pengusaha Inggris mampu menambahkan karyawannya ke dalam daftar gaji mereka hingga mencatat rekor di angka 241 ribu staf selama bulan Agustus lalu, dan total jumlah karyawan yang dipekerjakan berada di atas level sebelum Inggris memberlakukan kebijakan lockdown untuk pertama kalinya di tahun lalu.

Sementara itu sebuah data resmi lainnya yang dirilis oleh Office for National Statistics menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Inggris turun menjadi 4.6% dalam periode tiga bulan hingga bulan Juli lalu, yang mana angka ini sesuai dengan perkiraan penurunan dalam jajak pendapat Reuters terhadap sejumlah ekonom.

Hasil ini menunjukkan laju pemulihan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja Inggris, menyusul pemerintah yang telah menghentikan program dukungan cuti yang sesuai jadwal akan berakhir pada 30 September mendatang.

Dilaporkan pula bahwa selama periode tiga bulan hingga Juli, jumlah orang yang bekerja, mencakup wiraswasta dan karyawan, mencatat kenaikan sebanyak 183 ribu, dan angka ini secara luas sejalan dengan perkiraan sebelumnya.

Bulan Juli menjadi puncak apa yang disebut “pingdemic”, yaitu saat ratusan ribu staff harus mengasingkan diri setelah diberitahu oleh pemerintah melalui aplikasi smartphone bahwa mereka telah melakukan kontak dengan orang-orang yang positif terinfeksi Covid-19 setelah menjalani tes.

Selain itu sektor bisnis juga melaporkan bahwa sebanyak 1.3 juta lebih lowongan pekerjaan mampu tercipta selama bulan Agustus, yang merupakan angka tertingginya sejak pencatatan ini dimulai pada tahun 2001 silam.

Sebuah data terpisah di pekan lalu menunjukkan bahwa di pertengahan bulan Agustus, sekitar 700 ribu pekerja sepenuhnya mengalami cuti sementara selama 900 ribu jam dan masih menerima pembayaran cuti paruh waktu, jauh lebih sedikit dibandingkan 9 juta penerima tunjangan cuti full-time saat pandemi berada di puncaknya.

Untuk tingkat penghasilan rata-rata mingguan dalam tiga bulan hingga Juli lalu, dilaporkan berada di 8.2% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, meskipun pihak Office for National Statistics mengatakan bahwa hal ini sangat terdistorsi oleh kondisi pandemi serta efek terkait kebijakan cuti.

Sedangkan untuk pembayaran yang tidak termasuk bonus, mencatat kenaikan sebesar 6.8% di tingkat tahunan dalam periode tiga bulan hingga Juli, namun pihak ONS mengatakan bahwa tingkat dasar sebenarnya kemungkinan berada dalam rentang 3.6% hingga 5.1%.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas