• 10 Desember 2019

Amamiya : Bank of Japan Tidak Akan Mengesampingkan Opsi Kebijakan Moneternya

Deputi Gubernur Bank of Japan Masayoshi Amamiya mengatakan bahwa Bank of Japan tidak akan mengesampingkan opsi kebijakan, termasuk memperdalam interest rate ke tingkat yang lebih negatif, jika menghendaki adanya perluasan kebijakan stimulus lebih lanjut.

Dalam kesempatan berbicara di acara Reuters Newsmaker, Amamiya mengatakan bahwa untuk saat ini skenario dasar dari para pejabat pengambil kebijakan Bank of Japan, adalah berkembangnya ekonomi Jepang secara moderat dan bertahap hingga mampu memberikan dorongan bagi jalur inflasi ke posisi target mereka.

Namun demikian beliau menyebutkan bahwa masih terdapat sejumlah risiko pemotongan, yang mana jika risiko tersebut membawa kerusakan bagi momentum ekonomi sehingga menimbulkan hambatan dalam pencapaian target inflasi, maka pihak Bank of Japan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan jika dirasakan hal tersebut mendesak.

Dengan masih adanya friksi perdagangan antara AS dengan Cina, yang melukai jalur permintaan global serta membuat spekulasi ekonomi Jepang semakin tidak jelas, sejumlah analis memperkirakan bahwa Bank of Japan dapat menerapkan pelonggaran kebijakan moneternya dalam jalur yang lebih cepat sesuai dengan posisi tinjauan di bulan ini. Guna memudahkan hal tersebut,

Bank of Japan mengatakan bahwa pihaknya memiliki empat opsi, yaitu memperdalam tingkat interest rate negatif, memotong target yields treasury jangka panjang hingga 0%, menaikkan buy aset serta mempercepat jalur pencetakan uang.

Namun demikian lembaga keuangan justru melontarkan keritik mereka terhadap kebijakan interest rate negatif dari Bank of Japan, seraya mengatakan bahwa hal tersebut telah membawa kerusakan terhadap margin mereka serta sekaligus juga menimbulkan ancaman terhadap terganggunya stabilitas sistem perbankan Jepang.

Saat ditanya mengenai apakah memperdalam posisi negatif bagi interest rate masih merupakan salah satu opsi kebijakan dari Bank of Japan, Amamiya menjawab bahwa di saat pihaknya memandu kebijakan moneternya, maka mereka juga tidak pernah mengesampingkan segala cara kebijakannya.

Dalam hal ini Bank of Japan bisa saja menggunakan keempat opsi tersebut secara sendiri-sendiri, menggabungkan beberapa kebijakan atau malah memodifikasinya dari bentuk yang sudah ada. BoJ melakukan panduan interest rate jangka pendek di -0.1% dan yields treasury 10 tahun di kisaran 0%, dengan mengacu kepada kebijakan yang disebut sebagai yield curve control.

Selain itu BoJ juga melakukan buy treasury pemerintah dan aset berisiko dalam jumlah yang besar, sebagai upaya untuk mencapai target inflasi 2%, yang dinilai masih sulit dipahami hingga saat ini.(WD)

Sumber: Topgrowth Futures, Investing.