Aktifitas Pabrik Eurozone Dilaporkan Naik

Aktifitas Pabrik Eurozone Dilaporkan Naik
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Untuk pertama kalinya sejak awal tahun 2019 lalu, aktifitas manufaktur di seluruh kawasan Euro mencatat kenaikan di bulan Juli, seiring laju permintaan yang mengalami rebound setelah dilonggarkannya pembatasan yang sebelumnya berlaku untuk meredam penyebaran virus corona.

Hingga saat ini lebih dari 18 juta orang telah terinfeksi virus corona di seluruh Eropa, namun pemerintahan di Eropa telah melonggarkan sejumlah pembatasan yang telah menutup sebagian besar kawasan blok ekonomi tersebut.

European Central Bank telah meningkatkan langkah-langkah stimulus mereka, sebagai penawaran untuk mendukung ekonomi Eurozone yang porak poranda, serta ditambah para pemimpin Uni Eropa telah menyetujui dana pemulihan sebesar 750 milliar Euro.

Namun ekonomi di kawasan tersebut mencatat rekor pertumbuhan sebesar 12.1% di kuartal lalu, meskipun jajak pendapat Reuters pada bulan Juli lalu memperkirakan pertumbuhan sebesar 8.1% di kuartal kedua lalu.

Sektor pabrikan di kawasan Euro nampaknya telah berhasil memainkan peran mereka dalam upaya pemulihan, seiring IHS Markit’s final Manufacturing PMI rebound ke angka 51.8 pada bulan Juli dari 47.4 di bulan Juni, yang mana data diatas level 50 ini merupakan yang pertama kalinya sejak Januari 2019 lalu.

Sementara indeks yang mengukur output yang dimasukkan ke dalam data Composite PMI, mengalami lonjakan ke 55.3 di bulan lalu, dari 48.9 pada bulan sebelumnya dan mencatat angka tertingginya sejak April 2018.

Kepala ekonom bisnis di IHS Markit, Chris Williamson mengatakan bahwa pabrik-pabrik di kawasan Euro telah melaporkan awal kuartal ketiga yang positif, dengan pertumbuhan produksi di laju tercepatnya selama lebih dari dua tahun terakhir, menyusul dorongan dari melonjaknya permintaan di kawasan tersebut, yang mana pertumbuhan pesanan baru sebenarnya telah melampaui produksi, sehingga mengisyaratkan dengan kuat bahwa bulan Agustus pihaknya akan melihat adanya kenaikan output lebih lanjut.

Selain itu sejumlah indikator pendukung survei tersebut pada umumnya lebih positif, namun para pembuat kebijakan cenderung khawatir bahwa pabrik-pabrik kembali mengurangi jumlah pegawainya di tingkat paling tajam dalam sejarah survei selama 23 tahun terakhir.(

Gulir ke Atas