Aktifitas Pabrik China Menurun Tajam

Aktifitas Pabrik Cina Menurun Tajam
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Menyusul harga produk yang tinggi menyebabkan laju permintaan mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun terakhir, sehingga pertumbuhan aktifitas pabrik di China mengalami penurunan tajam selama bulan Juli, sekaligus menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh negara tersebut sebagai pusat manufaktur dunia.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Caixin/Markit menunjukkan bahwa indeks manufaktur PMI bulan Juli mencatat penurunan menjadi 50.3 dari 51.3 di bulan sebelumnya, yang merupakan level terendahnya sejak April 2020 lalu, sementara itu analis memperkirakan penurunan indeks ke 51.1 dalam jajak pendapat Reuters, namun masih di atas level 50 sebagai batas antara kontraksi dan ekspansi.

Secara keseluruhan laju ekonomi China telah pulih sebagian besar dari dampak yang disebabkan oleh pandemi virus corona, akan tetapi dalam beberapa bulan terakhir tengah menghadapi tantangan baru, seperti biaya bahan baku yang lebih tinggi, sehingga menimbulkan tekanan bagi pertumbuhan laba di perusahaan industri selama bulan Juni lalu.

Hasil yang lebih lemah dalam survei oleh pihak swasta, yang sebagian besar mencakup produsen dalam skala kecil dan berorientasi ekspor, masih selaras dengan hasil survei resmi yang secara lebih luas menunjukkan aktifitas pabrik yang tumbuh di laju paling lambatnya dalam 17 bulan, seiring para pembuat kebijakan yang telah meningkatkan upaya untuk mengekang lonjakan harga komoditas yang menekan margin produsen.

Dalam komentarnya yang dirilis bersamaan dengan rilis data tersebut, Wang Zhe selaku ekonom senior di Caixin Insight Group mengatakan bahwa ekonomi China masih menghadapi tekanan turun yang besar, menyusul harga produk yang tinggi telah menurunkan laju permintaan, terutama terhadap barang konsumsi dan barang setengah jadi.

Sub-indeks untuk pesanan baru merosot tajam ke kontraksi untuk pertama kalinya sejak Mei 2020, sementara sub-indeks lain untuk produksi turun ke laju ekspansi paling lambat sejak Maret tahun lalu.

Sementara itu harga input terus mencatat kenaikan, meskipun dalam kecepatan yang lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya namun masih jauh lebih cepat dibandingkan harga output, sehingga hal ini menimbulkan tekanan terhadap margin, yang mana perusahaan yang disurvei mengatakan bahwa harga bahan baku, terutama untuk logam industri, masih tetap berada di level yang tinggi.

Untuk pesanan ekspor dilaporkan tumbuh sedikit lebih cepat dari bulan sebelumnya, namun masih lambat akibat pandemi yang telah mengurangi laju permintaan luar negeri, sedangkan pihak pabrik mempekerjakan lebih banyak pekerja dalam empat bulan berturut-turut, meskipun dalam kecepatan yang lebih lambat.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id ~ Perusahaan Pialang Berjangka PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas