• 15 Desember 2019

Aktifitas Manufaktur Cina Tumbuh Dalam Laju Tercepat

Aktifitas Manufaktur Cina Tumbuh Dalam Laju Tercepat

Hasil data PMI manufaktur Cina menunjukkan bahwa aktifitas pabrik Cina secara tidak terduga mengalami pertumbuhan di laju tercepatnya dalam hampir tiga tahun terakhir di bulan November lalu, dengan meningkatnya output dan pesanan baru secara solid.

Namun demikian tingkat kepercayaan bisnis justru merosot dan perusahaan enggan untuk mengisi kembali persediaan mereka, karena kekhawatiran terhadap prospek permintaan yang tidak pasti serta perang perdagangan dengan AS yang masih berkepanjangan. Caixin Manufacturing PMI dirilis dengan hasil naik menjadi 51.8 di bulan November dari 51.7 di bulan sebelumnya, yang mana angka ini mencatat ekspansi tercepatnya sejak Desember 2016 lalu saat angka menunjukkan di 51.9.

Hal ini tidak terlepas dari laju permintaan baik dari domestik maupun luar negeri yang mencatat kenaikan di bulan lalu. Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Zhengsheng Zhong selaku Direktur analis makro ekonomi di CEBM Group, yang mengatakan bahwa investasi manufaktur sebelumnya mungkin bertahan di dekat titik terendahnya akhir-akhir ini, namun jika negosiasi perdagangan antara AS-Cina dapat berkembang di fase berikutnya serta tingkat kepercayaan bisnis dapat diperbaiki secara efektif, maka produksi manufaktur dan investasi kemungkinan akan mencatat peningkatan yang solid.

Selain itu indikator aktivitas pabrik resmi China yang dirilis pada hari Sabtu lalu, mencatat hasil yang mengejutkan dengan kembali ke laju pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terkahir, seiring permintaan domestik yang mengalami peningkatan sebagai tanggapan terhadap adanya langkah-langkah stimulus dari pemerintah Cina.

Survei yang dilakukan oleh Caixin menunjukkan jumlah total pesanan baru dan produksi sektor pabrik tetap berada di level tinggi pada bulan November lalu, meskipun tercatat sedikit menurun dari rekor tertingginya pada bulan sebelumnya di saat masing-masing tumbuh di laju tercepatnya dalam lebih dari enam tahun dan tiga tahun. Dengan ketahanan di sektor manufaktur maka hal ini menyebabkan terjadinya pemulihan yang signifikan terhadap pasar tenaga kerja di bulan lalu, seiring perusahaan yang menambah jumlah pekerjanya.

Akan tetapi margin laba tetap berada di bawah tekanan, seiring biaya input terus mengalami peningkatan sementara biaya output justru mengalami penurunan, yang mana ini menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan masih akan memangkas harga menyusul persaingan yang ketat untuk penjualan.

Pemerintah Cina telah berusaha untuk memacu permintaan domestik selama lebih dari setahun, sebagian besar melalui pengeluaran infrastruktur yang lebih tinggi dan pemotongan pajak, tetapi langkah-langkah tersebut lambat untuk mendapatkan daya tarik.

Seperti yang dikatakan oleh salah seorang pejabat Cina bahwa Beijing memiliki ruang untuk melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut, namun pihak berwenang tidak boleh bertindak gegabah dalam menggunakan opsi stimulus.

Laju pertumbuhan ekonomi Cina saat ini berada di level terendahnya dalam 30 tahun terakhir, di kisaran 6.0% pada kuartal ketiga lalu, dan sejumlah analis mengeluarkan peringatan bahwa pertumbuhan ekonomi berpotensi jatuh ke kisaran 5% di kuartal terakhir tahun ini.(