Moving Average

Moving average atau yang sering kita sebut MA adalah indikator teknikal yang umumnya digunakan untuk menampilkan nilai rata-rata harga forex selama periode waktu tertentu. Muncul sebagai garis sepanjang harga bergerak pada grafik, Moving Averagedigunakan untuk mengidentifikasi tren pasar.

Periode waktu rata-rata harga dalam moving average disini dapat dijelaskan misalnya Periode 20 MA, jika dimasukkan dalam chart H1, berarti MA menujukkan rata-rata harga perdagangan selama 20 jam terakhir. demikian juga jika di masukkan dalam chart timeframe lain seperti harian, maka akan menunjukkan rata-rata harga perdagangan 20 hari terakhir.

indikator moving average

Tipe Indikator Moving Average

Indikator Moving Average yang sering digunakan yaitu :

Simple Moving Average (SMA)
Weighted Moving Average (WMA)
Exponential Moving Average (EMA)

Berikut penjelasan satu per satu ;

Simple Moving Average (SMA)

SMA adalah tipe yang paling dasar dari MA. Nilai SMA dihitung dari penjumlahan dari seluruh data harga yang diobservasi kemudian dibagi dengan jumlah periode yang diobservasi.

Formula ini menentukan rata-rata harga dan dihitung dengan cara untuk menyesuaikan dan menanggapi data harga terbaru yang digunakan untuk menghitung rata-rata.
Misalnya, jika Anda hanya menyertakan 15 data harga terbaru dalam perhitungan rata-rata, data harga lama (ke-16) secara otomatis tidak diikutkan. Akibatnya, rata-rata “bergerak” setiap data harga baru masuk karena kalkulasi hanya didasarkan pada 15 data harga terakhir.

SMA(N) = SUM(CLOSE, N)/N

N = Jumlah data yang diobservasiCLOSE = data harga close

 

Exponential Moving Average (EMA)

EMA mirip dengan SMA, bedanya SMA menghilangkan data harga lama jika sudah ada data harga baru, sedangkan EMA menghitung rata-rata semua rentang data harga, dimulai pada titik yang Anda tentukan.
Contoh membuat EMA 20 hari, maka diperlukan data MA 20 hari terlebih dahulu, baru kemudian data ini dijadikan sebagai titik perhitungan awal, untuk diambil selisih dan pembagiannya.

EMA = (CLOSE(i)*P)+(EMA(i-1)*(1-P)

 

Weighted Moving Average (WMA)

WMA dihitung dengan cara yang sama seperti SMA, namun menggunakan harga yang garis linearnya diperberat (dibebankan) untuk memastikan bahwa harga terbaru memiliki dampak yang lebih besar dari rata-rata.
Ini berarti bahwa harga tertua yang dimasukkan dalam perhitungan menerima tambahan 1, nilai tertua berikutnya menerima tambahan 2, dan nilai tertua berikutnya menerima tambahan 3, begitu seterusnya sampai ke tingkat yang paling terakhir.
Beberapa pedagang menemukan metode ini lebih relevan untuk penentuan tren khususnya di pasar yang bergerak sangat cepat.
Kekurangan menggunakan rata-rata bergerak tertimbang WMA adalah bahwa garis rata-rata yang dihasilkan mungkin lebih tidak beraturan pada saat choppy maket dibandingkan simple moving average. Ini bisa membuat lebih sulit untuk melihat fluktuasi tren pasar. Untuk alasan ini, beberapa trader memilih untuk menempatkan WMA dan SMA secara bersamaan.

 

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account