CAAM : Penjualan Mobil Di Pasar China Meningkat

CAAM : Penjualan Mobil Di Pasar Cina Meningkat

Lembaga China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), merilis sebuah data yang menunjukkan meningkatnya laju penjualan kendaraan di China hingga 8.6% di bulan April lalu dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kenaikan ini tercatat sebagai kenaikan dalam 13 bulan berturut-turut, menyusul pasar mobil terbesar di dunia tersebut tengah memimpin pemulihan di sektor otomotif dari hantaman pandemi Covid-19.

Disebutkan bahwa tingkat penjualan produk kendaraan di pasar China mencapai hingga 2.25 juta unit kendaraan selama bulan April lalu.

Produsen kendaraan jenis new energy vehicles (NEV) asal China, seperti Nio Inc, Xpeng Inc dan Tesla Inc saat ini tengah memperluas kapasitas produksi mereka di China, menyusul dorongan kebijakan pemerintan untuk mempromosikan kendaraan yang lebih ramah lingkungan sebagai upaya untuk mengurangi polusi.

Tingkat penjualan kendaraan jenis NEV, termasuk kendaraan listrik bertenaga baterei, hybrid plug-in petrol-electric serta kendaraan sel berbahan bakar hidrogen, hingga saat ini mampu mempertahankan momentum penjualan yang kuat dengan mencatat lonjakan hingga 180% atau berhasil menjual sekitar 206 ribu unit di bulan April.

Sementara itu produsen mobil listrik asal AS, Tesla menyatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan pucuk pimpinan penjualan mobil di pasar China, menyusul penurunan penjualan selama bulan April serta rencana pemangkasan kembali terhadap pabrik mereka di Shanghai, sehingga menunjukkan bahwa pihaknya tengah menghadapi perjalanan yang lebih sulit.

Hal ini berawal saat pameran mobil Shanghai bulan lalu, dimana seseorang pelanggan naik ke priduk Tesla dengan kaus bertuliskan “the brakes don’t work” dan aksi protesnya ini menjadi viral, menyusul tuduhan terjadinya kebakaran batere serta adanya penyelidikan di AS terkait sistem autopilot.

Laju penurunan penjualan sekitar 27% yang dicatat Tesla selama bulan April, masih membuat Tesla sebagai produsen mobil NEV yang mampu mengirim produksinya 25 ribu unit lebih banyak dibandingkan bulan Januari atau Februari sebelumnya.

Namun hal ini terjadi di saat para konsumen China memiliki lebih banyak pilihan, termasuk produk dari Nio dan Xpeng sebagai produsen lokal terdepan di pasar China.

Pihak Tesla beranggapan bahwa mereka tidak perlu berada di posisi teratas di pasar mobil China, seperti halnya di pasar Norwegia, meskipun penjualan di China menyumbang hingga sekitar sepertiga dari total penjualan mereka.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas