Bursa Ekuitas Menguat Dekat Rekor Tertinggi

Bursa Ekuitas Menguat Dekat Rekor Tertinggi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Pergerakan pasar saham global merangkak mendekati rekor tertingginya di sesi perdagangan hari ini, menyusul data ekonomi China dan AS yang kuat, sementara pergerakan pasar mata uang dan obligasi sedikit tertahan setelah mncatat kenaikan bulanan tercepat dalam imbal hasil Treasury AS yang mendukung lonjakan Greenback.

Bursa ekuitas global sempat menyentuh level puncaknya sepanjang masa di perdagangan pasar Asia, menyusul kenaikan 1% yang dibukukan oleh pasar Taiwan yang didominasi saham-saham teknologi serta saham perusahaan penambang Australia dan sektor perbankan yang mengikuti kenaikan yang dicatat oleh Wall Street.

Sementara itu aksi ambil untung terjadi di bursa saham Tokyo, yang mendorong indeks Nikkei Jepang turun 1% sekaligus menimbulkan tekanan bagi Shanghai Composite, meskipun kontrak berjangka Eropa mencatat kenaikan menjelang sesi perdagangan pertama pasca libur Paskah.

Pasca laporan ketenagakerjaan AS bulan Maret yang dirilis bersamaan saat libur Good Friday yang mencatat hasil yang solid, sebuah data resmi menunjukkan aktifitas sektor jasa AS mencapai rekor tertingginya, dan sektor jasa China juga mencatat peningkatan tajam dengan menguatnya penjualan di laju paling tajam dalam tiga bulan terakhir.

Analis pasar di broker IG Melbourne, Kyle Rodda mengatakan bahwa secara agregat hal ini bagus bagi ekonomi global dan oleh karena itu merupakan pembenaran untuk beralih ke pasangan mata uang yang lebih sensitif terhadap siklus perdagangan global sekaligus melakukan pembelian saham secara umum seiring imbal hasil yang cenderung stagnan serta ditambah sektor teknologi yang telah menunjukkan keunggulannya.

Sementara itu Credit Suisse tengah berusaha untuk menarik garis di bawah eksposurnya terhadap lonjakan hedge fund dari Archegos Capital yang mengumumkan bahwa hal ini akan menelan biaya sekitar $ 4.7 milliar.

Sedangkan risalah pertemuan Federal Reserve AS di bulan Maret lalu yang akan dirilis pada hari Rabu besok, akan menjadi fokus perhatian berikutnya bagi pasar obligasi, meskipun para pejabat The Fed tidak akan membahas kejutan data terbaru serta pasar yang telah berjalan lebih jauh di depan proyeksi The Fed selama bertahun-tahun telah menerapkan suku bunga di kisaran rendah.

Fed funds futures memperkirakan adanya kenaikan tahun depan, sementara eurodollar market telah memperkirakanya di bulan Desember mendatang.

Vishnu Varathan selaku kepala ekonom di Mizuho Bank Singapura, menyampaikan bahwa yang perlu diuji saat ini adalah bagaimana The Fed memperkuat dan meyakinkan kebijakan terkait target inflasi rata-rata yang fleksibel, dan pergerakan greenback dalam beberapa pekan terakhir telah mencerminkan pasar yang bergerak maju tanpa terpengaruh dengan apapun yang disampaikan oleh The Fed.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas