Yield Obligasi AS Turun, Euro Masih Tertekan

Yield Obligasi AS Turun, Euro Masih Tertekan

JAKARTA – Pasangan mata uang EUR/USD mencoba untuk menemukan pijakannya saat imbal hasil obligasi AS turun dari posisi tertinggi. Kekhawatiran vaksin yang sedang berlangsung, ketegangan hubungan AS – China dan penguatan ekonomi AS kemungkinan akan mendorong pasangan ini turun.  Dalam jangka pendek, pada perdagangan akhir pekan ini, EUR/USD masih dikuasai kendali Sang Beruang.

Garis pertahanan EUR/USD bak seutas benang yang rentan diputus kembali, sejumlah aksi beli dilakukan untuk menahan EUR/USD tetap di atas 1,19. Namun demikian, pergerakan naik ini sangat kecil sekali,  tampak seperti kucing mati yang memantul menjelang penurunan lebih lanjut. Demikian pola umum pergerakan pasangan EUR/USD diakhir pekan ini.

Stabilisasi ini adalah hasil dari beberapa kemudahan di pasar obligasi AS, dimana imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun di bawah 1,70% setelah melampaui 1,75% pada hari Kamis. Kekhawatiran atas kenaikan inflasi sempat mengemuka meskipun ada kata-kata yang menenangkan dari Federal Reserve sehingga menyebabkan kegelisahan di pasar global dan mendukung dolar AS. Tidak ada alasan mengapa aksi jual obligasi tidak dapat dilanjutkan, dan membawa greenback lebih tinggi bersamanya.

Dolar AS sebagai mata uang tempat berlindung yang aman di saat-saat sulit, berada di kancah bentrokan antara AS dengan China. Ini menjadi alasan untuk khawatir.  Menteri luar negeri AS dan China kembali bertemu di Alaska. Ini menjadi pertemuan pertama di era Presiden Joe Biden. Para mitra ini secara publik mengkritik catatan hak asasi manusia antara satu pihak dengan yang lain dan kemungkinan pertemuan puncak tampaknya telah menurun. Sementara perdagangan Chian – AS berlanjut dengan kekuatan penuh, gesekan diantara kedua negara dapat menyebabkan kerusakan ekonomi dunia.

Di sisi benua lainnya, European Medicines Agency (EMA) memberikan lampu hijau untuk melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca COVID-19 setelah adanya ketakutan di sekitar pembekuan darah. Namun, bencana seputar jab – terkait dengan politik seputar Brexit – tidak diragukan lagi telah membebani kepercayaan. Kampanye vaksinasi Eropa akan tetap lambat dalam waktu dekat sementara AS berada di jalur yang tepat untuk mencapai 50% dari populasinya pada pertengahan Mei.

Secara teknis, pergerakan EUR/USD tetap dibawah tekanan setelah indikasi Simple Moving Average (SMA) 50 pada grafik empat jam dan jauh di bawah SMA 100 dan 200, sementara momentum mengarah ke sisi bawah. Ini menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut. Level Support EUR/USD ada di 1,19, sebagai posisi terendah harian, diikuti oleh 1,1880, bantalan yang terlihat pada awal pekan ini. Diikuti oleh 1,1865 dan sebuah palung 2021 di 1,1836.

Sebaliknya, rebound yang terjadi akan menemuia resistensi di 1,1920 sebagai posisi tertinggi harian, diikuti oleh 1,1965, yang membatasi upaya pemulihan di awal minggu. Double-top tangguh di 1,1990 adalah garis resistensi kritis.

Sumber: news.esandar.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas