Tingkat Pengangguran Inggris Turun

Tingkat Pengangguran Inggris Turun
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Office for National Statistics melaporkan tingkat pengangguran di Inggris dalam tiga bulan hingga Januari turun secara tidak terduga menjadi 5.0%, saat negara tersebut berada dalam kondisi lockdown, yang mana angka ini masih di bawah perkiraan kenaikan menjadi 5.2% dalam jajak pendapat Reuters.

Sebuah data resmi terpisah berdasarkan catatan pajak menunjukkan peningkatan jumlah karyawan dalam daftar gaji di bulan Februari dari Januari, sebesar 68,000 meskipun secara total masih lebih rendah sekitar 693,000 dari periode yang sama di tahun sebelumnya saat pandemi belum terjadi.

Sam Beckett selaku kepala statistik ekonomi di ONS mengatakan bahwa dari penurunan yang terjadi sejak itu, maka hampir sebanyak dua pertiga diantara warga Inggris yang berusia di bawah 25 tahun, lebih dari setengahnya berada di sektor perhotelan dan hampir sepertiga dari jumlah tersebut berdomisili di London.

Pertumbuhan upah rata-rata naik menjadi 4.8%, tertinggi sejak Maret 2008, meskipun hal ini mencerminkan bagaimana kehilangan pekerjaan paling besar terjadi di sektor bergaji rendah seperti ritel dan perhotelan, dibandingkan penerimaan gaji yang lebih tinggi untuk orang-orang yang masih bekerja.

Sejak awal tahun ini toko-toko non esensial serta sebagian besar sektor bisnis yang dibuka untuk umum telah mengalami penutupan di Inggris sebagai bagian untuk memperlambat penyebaran varian Covid-19 yang lebih menular, dengan tindakan serupa yang diberlakukan di bagian lain dari wilayah Inggris Raya.

Kampanye peluncuran vaksinasi yang lebih cepat telah mengurangi kasus infeksi baru secara tajam dan memungkinkan siswa siswi di Inggris untuk kembali ke sekolah di bulan ini, dan toko-toko akan kembali dibuka di bulan depan, namun masih ada pembatasan di sektor hospitality yang akan berlaku setidaknya hingga akhir bulan Juni.

Pemerintah Inggris pada bulan lalu juga telah memperpanjang kebijakan tunjangan cuti hingga akhir bulan September mendatang, yang mana saat ini mereka hanya menerapkan pembayaran gaji kepada satu dari lima karyawan, dan tanpa kebijakan cuti maka tingkat pengangguran Inggris akan jauh lebih tinggi.

Selain itu ONS juga merilis data yang menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja asing di kuartal terakhir tahun 2020 lalu, lebih rendah sekitar setengah juta dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yang berdasarkan analisis data penggajian.

Sebuah hasil survei terhadap pasar tenaga kerja yang berbeda di bulan lalu, telah menunjukkan arus keluar pekerja asing di tahun 2020 lalu yang mencatat rekor, dengan total mencapai sekitar sau juta warga asing yang keluar dari pekerjaannya, meskipun lembaga ONS mengatakan bahwa angka tersebut harus dinilai secara lebih hati-hati karena data ini tidak dirancang untuk diukur berdasarkan arus migrasi.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas