Retail Sales Inggris Naik Di Bulan Februari

Retail Sales Inggris Naik Di Bulan Februari
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Laju penjualan ritel Inggris selama bulan Februari mencatat kenaikan menyusul dukungan dari para konsumen yang membeli produk furnitur outdoor menjelang diberlakukannya pelonggaran pembatasan virus corona yang akan memungkinkan warga Inggris untuk bertemu di taman mulai minggu depan.

Volume penjualan ritel meningkat sebesar 2.1% dari bulan Januari yang mengalami penurunan lebih dari 8% saat Inggris kembali memberlakukan kebijakan lockdown dan seluruh wilayah Britania Raya berada di bawah kebijakan pembatasan yang ketat, yang mana hasil ini sejalan dengan jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom.

Namun demikian laju penjualan ritel justru mengalami penurunan hingga sebesar 3.7% dibandingkan bulan yang sama di tahun 2020 lalu, sebelum pandemi melanda sebagian besar ekonomi di kawasan negara-negara Barat, menyusul banyaknya para pengecer non-esensial yang masih tutup karena pihak berwenang memegang erat kebijakan pembatasan social distancing.

Dengan rencana dimulainya pelonggaran pembatasan yang akan dimulai di pekan depan, maka banyak para pengecer yang bergegas untuk meningkatkan atau meluncurkan operasi belanja online mereka selama setahun terakhir, yang mana Office for National Statistics menyampaikan pangsa belana yang dilakukan secara online telah mencapai rekor tertingginya dengan mencatat kenaikan 36.1%.

Sebelumnya Bank of England mengatakan hingga sejauh mana sektor rumah tangga telah membelanjakan tabungan yang mereka kumpulkan di saat mereka menghabiskan waktu di rumah, yang akan menentikan kecepatan pemulihan ekonomi Inggris dari guncangan ekonomi terbesarnya dalam lebih dari tiga abad terakhir.

Diberitakan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson berencana untuk mengizinkan warga berkumpul hingga enam orang untuk melakukan pertemuan di taman publik mulai 29 Maret mendatang, sementara para pengecer non-esensial diharapkan akan kembali beroperasi pada 12 April.

Sebuah hasil survei dari lembaga Confederation of British Industry pada hari Kamis kemarin menunjukkan bahwa para retailer telah mengalami masa yang sulit di bulan Maret, namun ekspektasi untuk laju penjualan di bulan depan telah berubah menjadi positif untuk pertama kalinya sejak Desember 2019 lalu.

Pihak ONS mengatakan bahwa laju pemulihan di bulan Februari dari Januari, di saat penjualan merosot hingga 8.2% di tingkat bulanan, mendapat bantuan oleh peningkatan belanja di budget-end department store yang mendapat izin untuk tetap dibuka selama pandemi karena menjual produk bahan makanan.

Jonathan Athow selaku ahli statistik di Office for National Statistics mengatakan bahwa barang-barang produk rumah tangga juga bernasib baik, dengan umpan balik yang menunjukkan laju pengeluaran untuk perbaikan rumah dan produk outdoor yang meningkatkan penjualan seiring para konsumen yang bersiap terhadap pelonggaran kebijakan lockdown, namun Athow juga melihat bahwa toko pakaian terus berjuang menghadapi laju penurunan penjualan lebih dari setengah dari level sebelum pandemi.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas