PBOC : Pertumbuhan Ekonomi Melaju Maksimum

PBOC : Pertumbuhan Ekonomi Melaju Maksimum
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan oleh bank sentralnya akan melaku secara maksimum tanpa harus memicu laju inflasi di bawah kisaran 6% dalam periode lima tahun kedepan, yang mana hal ini dikenal sebagai tingkat pertumbuhan potensial.

Dalam laporan kerja yang dirilis pada hari Kamis kemarin, Departemen Statistik dari PBOC menyebutkan bahw potensi pertumbuhan diproyeksikan di kisaran 5%-5.7% dalam cakupan rencana periode lima tahun terakhir dari pemerintah Beijing hingga 2025, yang mewakili tingkat pertumbuhan secara keseluruhan dari level menengah ke tinggi.

Output ekonomi potensial merupakan acuan yang dipakai untuk mengukur ekspansi berkelanjutan secara maksimum dari produk domestik bruto tanpa memicu lonjakan inflasi, dan tujuan dari kebijakan moneter harus menyesuaikan output aktual dengan potensi dan dukungan kebijakan moneter terhadap ekonomi riil yang harus sejalan dengan ekspansi GDP secara potensial.

Sebelumnya pemerintahan Beijing telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi China secara resmi di atas 6% untuk tahun 2021 ini, meskipun para ekonom memperkirakan ekspansi yang jauh lebih tinggi di lebih dari 8%, menyusul basis yang rendah di tahun lalu selama terjadinya pandemi.

Dalam makalah kerjanya PBOC menunjukkan bahwa kebijakan stimulus fiskal dan moneter tradisional dalam skala besar, tidak akan mampu mengangkat laju pertumbuhan GDP riil di atas potensi, yang mana stimulus semacam itu dinilai hanya akan menyebabkan terjadinya lonjakan inflasi dan peningkatan cepat dalam rasio hutang, sehingga akan menyebabkan risiko sistemik terhadap ekonomi China.

People’s Bank of China berusaha untuk menghentikan stimulus yang dipompakan ke dalam perekonomian di tahun lalu, menyusul terjadinya penumpukan hutang dan risiko pengelembungan aset.

Pada pertemuan triwulanan di pekan ini, komite kebijakan moneter dari bank sentral China telah menegaskan kembali pendirian mereka untuk menjaga kebijakan tetap bersifat fleksibel dan sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Namun demikian dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis kemarin pasca pertemuan, dianggap telah menghilangkan frasa sebelumnya yang digunakan oleh PBOC mengenai tidak adanya perubahan secara tajam dalam kebijakan, yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan akan memberikan lebih banyak ruang untuk bertindak jika memang diperlukan.

Terkait akan hal ini salah seorang analis pendapatan tetap di Pacific Securities, Chen Xi menuliskan bahwa pergeseran bahasa dapat berarti bahwa PBOC akan mengambil pendekatan yang lebih fleksibel untuk melakukan penyesuaian kebijakan berdasarkan kondisi ekonomi saat ini.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas