Output Industri China Tumbuh Lebih Cepat

Output Industri Cina Tumbuh Lebih Cepat

Laju sektor manufaktur yang lebih luas di awal tahun 2021 ini telah menjadi salah satu pijakan yang kokoh serta ekonomi China yang mampu mengkonsolidasikan laju pemulihan yang lebih cepat, telah menjadi faktor pendorong bagi pertumbuhan output industri China untuk tumbuh lebih cepat dari ekspektasi sebelumnyapada periode Januari-Februari lalu.

Selain itu penjualan ritel di periode yang sama juga mencatat peningkatan untuk mendorong tingkat permintaan domestik, sehingga mampu memberikan dukungan yang kuat bagi aktifitas sektor bisnis, menyusul peningkatan pertumbuhan ekspor baru-baru ini.

National Bureau of Statistics merilis data output industri yang naik 35.1% dalam dua bulan pertama di tahun ini dari periode yang sama di tahun sebelumnya, menyusul dari kenaikan 7.3% dalam skala tahunan yang tercatat di bulan Desember sebelumnya, dan lebih kuat dari perkiraan lonjakan 30.0% dalam jajak pendapat Reuters.

Pemulihan ekonomi di China berjalan lebih cepat karena kemampuan negara tersebut dalam menahan pandemi virus corona yang lebih baik dibandingkan negara-negara besar lainnya, yang didukung pula oleh ekspor yang kuat, permintaan yang tertudan serta kebijakan stimulus dari pemerintahan Beijing.

Sementara itu hasil rilisan data yang mengesankan ini sebagian besar karena distorsi dari penurunan aktifitas ekonomi secara besar-besaran, namun langkah-langkah lain telah menunjukkan laju pemulihan yang berbasis luas seiring produksi industri yang mencatat kenaikan hingga 16.9%, dari periode dua bulan pertama di tahun 2019 lalu disaat sebelum pandemi melanda.

Kenaikan dalam permintaan luar negeri telah menimbulkan dorongan bagi laju pertumbuhan ekspor di bulan Februari hingga mencatat rekor kecepatannya, sementara harga di tingkat pabrik juga membukukan ekspansi terbesar sejak November 2018 lalu, dan terkait akan hal ini salah seorang pejabat di National Bureau of Statistics mengatakan bahwa faktor positif bagi perekonomian China telah menunjukkan peningkatan namun fondasi pemulihan dinilai belum kokoh.

Penjualan ritel dilaporkan meningkat 33.8% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 32% dari para analis, dan angka ini menandai kenaikan signifikan dari pertumbuhan sebesar 4.6% di bulan Desember lalu, setelah sebelumnya mengalami kontraksi hingga 20.5% dalam dua bulan pertama di tahun 2020 lalu.

Untuk investasi tetap dilaporkan meningkat 35% dalam dua bulan pertama dari periode yang sama di tahun sebelumnya, namun lebih lambat dari perkiraan kenaikan 40.0% dari para analis sebelumnya dan melonjak dari penurunan 24.5% di bulan Januari-Februari tahun lalu.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas