Minyak Mencatat Penurunan Secara Beruntun

Minyak Mencatat Penurunan Secara Beruntun
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Kekhawatiran mengenai peningkatan stok minyak mentah AS serta dampak penundaan distribusi vaksin Covid-19 di Eropa terhadap laju pemulihan permintaan bahan bakar, telah menyebabkan harga minyak mentah kembali mencatat kerugian dalam tiga berturut-turut di sesi perdagangan waktu Asia pada hari ini.

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent Crude mengalami penurunan 0.78%, sementara kontrak berjangka untuk minyak mentah jenis West Texas Intermediate terpantau turun hingga 0.75% di sesi yang sama.

Hal ini tidak terlepas dari merebaknya kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya efek samping dari vaksin virus corona, sehingga sejumlah negara di Eropa seperti Jerman, Perancis, Italia serta Irlandia dan Belanda telah menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca yang dikabarkan dapat menimbulkan efek samping pembekuan darah.

Dengan ditangguhkannya distribusi serta penggunaan vaksin tersebut, maka hal ini semakin menimbulkan kecemasan mengenai kecepatan proses inokulasi virus tersebut di benua Eropa, yang tentunya akan berdampak pada semakin terhambatnya laju pemulihan ekonomi dari pandemi yang berlangsung, sehingga tentunya akan memberikan dampak buruk bafi laju permintaan bahan bakar.

Namun demikian pihak WHO mengatakan bahwa tidak ada kaitan yang pasti terkait efek samping yang dikhawatirkan dari vaksin tersebut, dan mereka mendesak agar sejumlah negara di Eropa tidak panik, dan mengikuti apa yang dilakukan oleh negara-negara di Asia Pasifik yang telah memulai langkah penggunaan vaksin saat ini.

Seperti yang dikatakan oleh Josh Frydenberg selaku Bendahara Australia yang menyatakan bahwa Australia tidak berencana untuk menghentikan penggunaan vaksin tersebut, menyusul Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha beserta para anggota kabinetnya yang telah disuntik vaksin di hari ini.

Merebaknya kekhawatiran di kawasan Eropa telah menimbulkan ancaman gagalnya laju pemulihan terhadap permintaan minyak untuk mencapai level harga pra-pandemi, setelah selama ini tingkat permintaan bahan bakar mengalami stagnansi akibat krisis Covid-19.

Selain itu tingkat persediaan minyak mentah di AS, yang diperkirakan meningkat akibat laju produksi, berpotensi memperlambat laju pemulihan yang sempat tertahan oleh gelombang cuaca dingin yang melanda Texas dan sekitarnya pada bulan Februari lalu.

Seorang analis di ING Economics dalam sebuah catatannya menyampaikan bahwa persediaan minyak mentah AS mengalami peningkatan secara substansial dalam beberapa pekan terakhir, akibat dari mulai beroperasinya kilang minyak AS setelah mengalami gangguan sebelumnya sehingga menyebabkan stok minyak telah mendekati 500 juta barrel. (WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas