Lagarde : ECB Perlu Waktu Untuk Peningkatan Pencetakan Uang

Lagarde : ECB Perlu Waktu Untuk Peningkatan Pencetakan Uang

Christine Lagarde selaku Presiden European Central Bank mengatakan bahwa bank sentral Eropa kemungkinan perlu waktu sebelum menyepakati peningkatan program pencetakan uang menjadi lebih jelas dalam penyusunan data pembelian bersih mereka.

Dalam kesempatan berpidato di depan anggota Committee on Economic and Monetary Affairs dari Parlemen Eropa di Brussels, Lagarde mengatakan bahwa disaat catatan pembelian mingguan ECB akan terus terdistorsi oleh “noisy factors” dalam jangka pendek, maka peningkatan dalam menjalankan program akan terlihat saat dipastikan dalam interval waktu yang lebih lama.

Pada pekan lalu bank sentral Eropa telah setuju untuk meningkatkan pembelian obligasi secara signifikan guna menekan biaya pinjaman, yang terus meningkat sejak awal tahun ini, di tengah ekspektasi pertumbuhan global dan laju inflasi yang lebih tinggi.

Lebih lanjut Lagarde menyampaikan bahwa jika hal ini terjadi dalam skala yang cukup besar dan terus menerus, maka kenaikan suku bunga pasar kemungkinan menjadi tidak konsisten jika dibiarkan, untuk melawan dampak penurunan terhadap proyeksi laju inflasi akibat dari pandemi yang berlangsung hingga saat ini.

Sementara itu wakil presiden bank sentral Eropa, Luis de Guindos mengatakan bahwa ECB tengah menguji tekanan ekonomi yang lebih luas guna menilai risiko ekonomi dari perubahan iklim dalam tiga dekade terakhir hingga kedepannya.

Hasil tes secara lengkap terhadap empat juta perusahaan di seluruh dunia dan hampir semua bank di Eurozone, akan dipublikasikan di pertengahan tahun ini, dimana hasil awal menunjukkan adanya manfaat yang jelas untuk tindakan awal.

Guindos menyampaikan melalui sebuah postingan di blog, bahwa perusahaan pencemar terbesar, bersama dengan mereka yang ada di wilayah paling rentan terhadap risiko fisik, dapat terpapar risiko iklim hingga empat kali lebih besar dibandingkan rata-rata perusahaan lainnya selama 30 tahun kedepan.

Sehingga dengan tidak adanya kebijakan iklim lebih lanjut, maka biaya bagi perusahaan yang timbul akibat dampak peristiwa cuaca ekstrim akan mengalami peningkatan secara substansial dan sangat berisiko meningkatkan kemungkinan terjadinya gagal bayar dari perusahaan terkait.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas