Inflasi Inggris Turun Secara Tidak Terduga

Inflasi Inggris Turun Secara Tidak Terduga
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Inflasi konsumen di Inggris selama bulan Februari secara tidak terduga dilaporkan mengalami penurunan harga pakaian dan mobil bekas di tingkat tahunan terbesarnya sejak 2009 silam.

Office for National Statistics melaporkan laju indeks harga konsumen Inggris di tingkat tahunan turun menjadi 0.4% di bulan Februari dari sebelumnya di 0.7% pada Januari, yang mana hal ini sangat kontras dengan laju perkiraan rata-rata para ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 0.8%.

Dalam hal ini Jonathan Athow selaku Deputi ahli statistik nasional di ONS mengatakan bahwa dampak pandemi telah menimbulkan gangguan terhadap standar pola musiman dan penurunan harga pakaian nampaknya telah membantuk meredakan laju inflasi di bulan lalu, yang biasanya harga-harga mengalami kenaikan di bulan Februari.

Disebutkan bahwa harga pakaian dan alas kaki turun antara bulan Januari dan Februari untuk pertama kalinya sejak 2007 silam dan mencatat pertumbuhan sekitar 5.7% lebih rendah dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sehingga ini menjadi penurunan tahunan terbesarnya sejak November 2009 yang mencerminkan penurunan laju permintaan yang meluas akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya Bank of England dan sejumlah ekonomi lainnya memperkirakan laju inflasi akan mengalami kenaikan tajam kembali ke target 2% dari BoE pada paruh pertama tahun ini, yang memberikan cerminan kenaikan harga minyak, kenaikan harga energi rumah tangga yang diatur serta efek lainnya.

Selain itu Office for National Statistics juga melaporkan indeks harga produsen, yang hingga saat ini cenderung mempengaruhi harga konsumen, tumbuh di angka 2.6% atau lebih tinggi dibandingkan bulan Februari di tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk indeks harga konsumen inti, yang tidak mencantumkan harga makanan dan energi yang lebih fluktuatif, dilaporkan mengalami penurunan menjadi 0.9% di bulan Februari dari sebelumnya di 1.4% pada bulan Januari.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas