Ekonomi Inggris Tumbuh Lebih Cepat

Ekonomi Inggris Tumbuh Lebih Cepat

Lembaga Office for National Statistics merilis sebuah data resmi yang menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya dalam tiga bulan terakhir di tahun 2020 lalu, saat mendapat pukulan dari gelombang pandemi virus corona.

Dilaporkan pada siang hari ini data Produk Domestik Bruto meningkat sebesar 1.3% di periode Oktober-Desember tahun lalu dari periode triwulan sebelumnya, yang lebih besar dari perkiraan pertumbuhan 1.0% oleh para ekonom dalam survei Reuters sebelumnya.

Secara keseluruhan besaran produk domestik bruto selama tahun 2020 lalu dilaporkan turun sebesar 9.8%, sedikit dibawah perkiraan awal penurunan 9.9% yang mencatat penurunan terbesarnya dalam lebih dari tiga abad.

Sebuah data dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan bahwa ekonomi Inggris mengalami penurunan terbesarnya dibandingkan negara-negara anggota OECD, kecuali Argentina dan Spanyol di tahun lalu.

Selain itu ONS juga menyampaikan bahwa defisit neraca berjalan Inggris semakin lebar menjadi 26.3 milliar Poundsterling di kuartal keempat, atau hampir dua kali lipat dari kekurangannya pada kuartal ketiga sebelumnya, dikarenakan pihak perusahaan bergegas untuk mengimpor barang sebelum 1 Januari lalu, saat dimulainya hubungan perdagangan Inggris dengan pihak Uni Eropa yang kurang terbuka.

Namun besaran defisit, yang menjadi kekhawatiran bagi investor sejak lama dikarenakan Inggris yang sangat bergantung pada arus masuk dana asing, berada di bawah perkiraan 33 milliar Poundsterling dalam jajak pendapat Reuters terhadap ekonom.

Ekonomi Inggris masih tetap berada sekitar 7.3% lebih rendah dibandingkan pencapaian sebelum terjadinya pandemi, dalam istilah yang disesuaikan dengan laju inflasi, dan angka ini mencatat penurunan terbesar kedua di antara delapan negara ekonomi utama yang terdaftar oleh ONS.

Sebuah data lainnya juga menunjukkan sektor rumah tangga yang memiliki simpanan besar yang menurut Bank of England akan memicu lonjakan pengeluaran karena pemerintah Inggris telah mencabut kebijakan pembatasan ekonomi di rentang waktu saat ini hingga akhir Juni mendatang.

Rasio tabungan dilaporkan naik menjadi 16.1% dari 14.3% di kuartal ketiga dan secara keseluruhan untuk tahun 2020 tercatat mencapai rekor tertingginya di 16.3%, dibandingkan pencapaian sebesar 6.8% di tahun 2019 sebelumnya.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas