BoE Diperkirakan Mempertahankan Program Stimulusnya

BoE Diperkirakan Mempertahankan Program Stimulusnya

Pada hari ini Bank of England dijadwalkan untuk merilis kebijakan moneternya, yang mana diperkirakan bahwa bank sentral Inggris tidak akan mengubah program stimulusnya untuk penanggulangan krisis serta kemungkinan akan menutup ekspektasi bahwa ekonomi Inggris berada di jalur pemulihan yang kuat setelah mengalami kehancuran terburuk dalam tiga abad di tahun 2020 lalu.

Namun demikian para investor sepertinya akan mencoba untuk mengukur seberapa besar keyakinan mereka terhadap kampanye vaksin Covid-19 di Inggris yang lebih cepat dibanding negara Eropa lainnya, sekaligus menganalisa tingkat pengeluaran yang lebih banyak dan pemangkasan pajak dalam anggaran dari Menteri Keuangan Rishi Sunak yang akan memicu kenaikannya di beberapa bulan kedepan.

Pada awal pekan ini Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan bahwa dirinya merasa lebih optimis mengenai pemulihan, namun beliau juga menekankan pandangannya dengan lebih berhati-hati, seiring ekonomi Inggris yang masih menerapkan kebijakan lockdown ketiga untuk menghadapi risiko penyebaran virus corona varian baru.

Selain itu Bailey juga mengatakan bahwa lonjakan suku bunga di pasar keuangan, dari dekat rekor terendahnya, nampak konsisten dengan prospek yang lebih baik, yang mana komentar ini menunjukkan bahwa dirinya tidak merasa khawatir mengenai harga investor dalam kenaikan suku bunga dari Bank of England yang akan dimulai di tahun depan.

Pasar berjangka suku bunga melihat adanya peluang yang lebih besar hingga 80% terhadap potensi kenaikan suku bunga Bank of England menjadi 0.25% pada September 2022 mendatang, namun ekonomi di Deutsche Bank Sanjay Raja menilai bahwa spekulasi mengenai Bank of England yang mungkin menaikkan suku bunganya lebih cepat dibandingkan Federal Reserve, dinilai merupakan sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Disebutkan bahwa faktor lainnya yang mungkin memperlambat kenaikan suku bunga Bank of England adalah rencana dari Menteri Keuangan Rishi Sunak terkait kenaikan pajak serta pembatasan pengeluaran, setelah mengalami dukungan dari belanja publik jangka pendek serta kebijakan pemangkasan pajak barunya.

Pada akhir tahun 2020 lalu laju ekonomi Inggris mencapai 92% dari ukurannya di periode setahun sebelumnya, sementara ukuran ekonomi AS dibandingkan sebelum terjadinya pandemi berada di angka 98%.

Para investor saat ini menantikan pernyataan Bank of England pada malam nanti guna mendapatkan tanda-tanda bahwa pihak BoE akan bersiap untuk kembali menaikkan program pembelian obligasinya senilai 895 milliar Poundsterling untuk membantu ekonomi Inggris pulih kembali.

Akan tetapi di sisi lainnya bank sentral Inggris tersebut kemungkinan akan memberikan sinyal bahwa mereka akan memperlambat program tersebut selama periode tahun ini, yang mana hal ini akan dilihat sebagai salah satu langkah pertama mereka untuk memperlambat laju stimulusnya.

Sejumlah anggota Monetary Policy Committee BoE, terdengar lebih khawatir dibandingkan Gubernur Bailey mengenai laju pemulihan yang lemah, yang dianggap belum mampu membenarkan penerapan suku bunga negatif di akhir tahun ini, setelah pihak bank sentral memiliki waktu untuk mempersiapkan semuanya.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas