Aktifitas Pabrik China Tumbuh Di Laju Yang Lambat

Aktifitas Pabrik Cina Tumbuh Di Laju Yang Lambat
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Permintaan domestik yang lebih lemah secara keseluruhan selama bulan Maret telah menyebabkan aktifitas sektor pabrik China tumbuh di laju paling lambat dalam hampir setahun terakhir, namun kondisi ekonomi yang menjadi dasarnya tetap berada dalam kondisi yang positif meskipun tekanan inflasi input dan output produsen mengalami peningkatan.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur versi Caixin, yang dirilis pada hari sebelumnya, berada di angka 50.6 untuk bulan Maret, yang mana angka ini berlawanan dengan perkiraan 51.3 yang disuarakan oleh Investing.com dan pencapaian di 50.9 pada bulan Februari.

Namun demikian hasil tersebut masih tetap di atas angka 50 yang menunjukkan laju pertumbuhan, namun kontras dengan data PMI manufaktur dan non manufaktur resmi dari pemerintah yang dirilis sehari sebelumnya, masing-masing di angka 51.9 dan 56.3.

Hasil survei dari lembaga Caixin tersebut mengemukakan bahwa gangguan terhadap rantai pasokan akibat pandemi Covid-19 sebelumnya telah mereda dampaknya bagi perusahaan kecil, swasta dan yang berorientasi ke ekspor, akan tetapi biaya input tetap meningkat di level tercepatnya dalam 40 bulan terakhir.

Seorang ekonom senior di Caixin Insight Group, Wang Zhe mengatakan bahwa saat ini yang harus diperhatikan adalah inflasi di masa depan karena ukuran harga input dan output telah mengalami peningkatan selama beberapa bulan terakhir, dan tekanan inflasi yang meningkat akan membatasi ruang untuk kebijakan di masa depan sehingga kondisi ini bukan hal yang baik untuk mempertahankan laju pemulihan ekonomi pasca periode epidemi.

Sementara itu para eksportir juga terus menghadapi tekanan dalam keuntungan karena harga bahan baku mengalami lonjakan berkat rally yang dialami mata uang Yuan China serta adanya kenaikan biaya tenaga kerja.

Disebutkan pula bahwa sektor pabrikan China telah mengurangi jumlah staf pekerja mereka selama empat bulan berturut-turut di bulan Maret, meskipun jumlahnya dinilai masih sedikit.

Sebagai salah satu catatan positifnya adalah adanya kemajuan secara keseluruhan dalam peluncuran vaksin Covid-19 secara global, yang meningkatkan laju permintaan luar negeri serta kembalinya pertumbuhan pesanan ekspor baru.

Selain itu pihak perusahaan juga tetap merasa optimis mengenai prospek bisnis di tahun 2021 ini, seiring harapan berakhirnya pandemi virus corona, rebound permintaan luar negeri serta rencana untuk meningkatkan kapasitas.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id
PT Topgrowth Futures

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas