Tekanan Inflasi Mendorong Emas Lebih Rendah

Tekanan Inflasi Mendorong Emas Lebih Rendah

Seiring data indeks harga konsumen AS di bulan April yang dirilis dengan hasil yang lebih tinggi dari perkiraan semula, hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap laju inflasi yang tinggi, sehingga menimbulkan tekanan bagi komoditas Emas yang bergerak ke kisaran yang lebih rendah.

Tekanan ini datang dari menguatnya indeks Dollar serta ditambah dengan nilai imbal hasil Treasury AS yang naik ke level tertingginya dalam lebih dari sebulan, setelah mencatat lelang obligasi tenor 10 tahun yang mendapat laju permintaan yang kuat.

Sebelumnya data CPI AS untuk bulan April dilaporkan melonjak 0.9% di tingkat bulanan, mencatat kenaikan terbesarnya dalam hampir 12 tahun, sekaligus melampaui perkiraan pertumbuhan 0.3% dari Investing.com serta lebih tinggi dari pertumbuhan 0.3% di bulan Maret sebelumnya.

Kenaikan harga konsumen ini tidak terlepas dari dorongan yang ditimbulkan oleh melonjaknya laju permintaan di tengah ekonomi yang telah mulai di buka kembali di tengah kekurangan pasokan yang terjadi.

Para investor telah mewaspadai tingginya kekhawatiran terhadap tanda-tanda inflasi yang lebih tinggi dalam jangka panjang, yang dinilai akan mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuannya di pertemuan kebijakan moneter di masa mendatang.

Wakil ketua Fed Richard Clarida mengatakan pada hari Rabu bahwa kenaikan inflasi kemungkinan hanya sementara dan bank sentral tidak akan mempertimbangkan perlambatan ukuran stimulus sampai ekonomi pulih yang dinilai akan berlangsung dalam beberapa waktu kedepan.

Lebih lanjut Clarida mengatakan bahwa langkah The Fed sepertinya masih jauh dari tujuan pemulihan ekonomi AS, dan kemungkinan akan membutuhkan waktu yang lebih lama guna mencapai kemajuan substansial secara lebih lanjut.

Pasca pertemuan dengan para pemimpin Republik pada hari Rabu kemarin, Presiden Joe Biden mengatakan bahwa dirinya bersedia untuk berkompromi untuk mengeluarkan dana triliunan Dollar yang diusulkan untuk belanja infrastruktur, namun Biden menambahkan bahwa dirinya akan tetap melanjutkan rencana tersebut meskipun tidak mendapat dukungan dari Partai Republik.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas