Emas Melemah Seiring Berlanjutnya Tekanan USD

Emas Melemah Seiring Berlanjutnya Tekanan USD
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Harga komoditas Emas mengalami penurunan di sesi perdagangan Asia awal pekan ini, seiring greenback yang tetap menunjukkan kinerja yang solid serta imbal hasil Treasury AS 10-year yang tetap berada di dekat level tertingginya dalam lebih dari setahun terakhir.

Hasil lelang Treasury AS dalam berbagai tenor tetap berada dalam pemantauan para investor selama akhir pekan lalu, selain itu bank-bank besar AS juga harus melanjutkan untuk memegang lapisan tambahan modal untuk menyerap kerugian terhadap Departemen Keuangan AS dan deposito bank sentral mulai bulan April, setelah Federal Reserve mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memperpanjang jeda sementara dari peraturan Covid-19 karena akan berakhir di akhir bulan ini.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kepada pihak Wall Street Journal bahwa The Fed akan terus memberikan bantuan kepada perekonomian AS selama dibutuhkan, dengan laju pemulihan saat ini yang masih jauh dari kata selesai, serta menambahkan bahwa AS akan menarik diri dari krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 secara lebih kuar dan lebih baik seperti yang telah dilakukan oleh The Fed sebelumnya.

Selain itu para investor di pasar komoditi Emas juga akan mengawasi BIS Innovation Summit, dimana Jerome Powell akan menjadi salah satu pembicara bersama dengan pemimpin bank sentral lainnya, termasuk Christine Lagarde dari ECB dan Andrew Bailey dari Bank of England.

Pada hari Selasa besok Jerome Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen juga akan menyampaikan pidato mereka di depan anggota Komite Jasa Keuangan DPR AS, untuk menyampaikan kesaksian mengenai kebijakan The Fed dan Departemen Keuangan terhadap penanganan krisis pandemi Covid-19.

Sebelumnya sebuah berita mengejutkan datang dari Turki terkait digantinya gubernur bank sentral Turki Naci Agbal, yang mendorong para investor mengalihkan pembelian mereka ke safe haven Dollar, yang mana Agbal digantikan oleh Sahap Kavcioglu oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan telah memicu kekhawatiran akan potensi terjadinya gejolak pasar keuangan lainnya.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas