Emas Didukung Sikap Dovish The Fed

Emas Didukung Sikap Dovish The Fed

Harga komoditas Emas mencatat kenaikan di sesi perdagangan waktu Asia pada Kamis pagi tadi, hingga melampaui level tertingginya dalam dua pekan, menyusul Federal Reserve yang mempertahankan sikap dovish mereka saat menjatuhkan keputusan kebijakan moneternya di hari Rabu waktu AS.

Pada dinihari tadi The Fed menegaskan kembali bahwa pihaknya akan mempertahankan suku bunga mendekati nol persen hingga 2023, serta mengatakan bahwa ekonomi AS berada di jalur untuk mencatat ekspansi tercepatnya dalam hampir 40 tahun, dan memprediksi laju pertumbuhan sebesar 6.5% di sepanjang tahun 2021 ini sekaligus memprediksi laju inflasi diatas target 2% dari The Fed sebesar 2.4%.

Ahli strategi mata uang di DailyFX, Ilya Spivak mengatakan kepada Reuters bahwa saat ini beredar respon terhadap risk-on pasca pengumuman The Fed sehingga mata uang US Dollar melemah secara signifikan, dan pelaku pasar mungkin mengharapkan Dollar bergerak negatif dan mendukung kenaikan Emas.

Namun yang terjadi adalah pergerakan yang berkaitan dengan imbal hasil sehingga sikap pasar menjadi lebih optimis yang menimbulkan pertanda yang tidak baik bagi Emas serta menunjukkan tren yang lebih rendah kemungkinan akan berlanjut, meskipun laju penurunannya tidak besar karena melemahnya greenback.

Sementara itu manajer global umum di ABC Emas Nicholas Frappell mengatakan bahwa jika Dollar tetap berada di jalur pelemahannya dan imbal hasil berhasil bergerak dengan tenang akibat sikap The Fed, maka hal ini berpotensi memberikan dukungan bagi komoditas Emas untuk menguji level harga $ 1800 per troy ounce.(WD)

Sumber: news.topgrowthfutures.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas