Pengertian Hawkish dan Dovish

Pengertian Hawkish dan Dovish
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Bagaimana memahami arti Hawkish dan Dovish? Akar kata istilah hawkish dan dovish memang diambil dari dua jenis hewan Hawk (elang) dan Dove (merpati). Arti Hawkish berasal dari kata hawk alias si burung elang, sedangkan arti Dovish berasal dari kata dove yang artinya burung merpati.  Dua hewan ini mewakili dua hal yang berlawanan. Merpati atau Dove merupakan simbol hewan yang jinak, penurut dan lembut. Sebaliknya Elang atau Hawk merupakan simbol hewan yang agresif dan mampu “menyerang” dengan terbang cepat menukik menuju target mangsanya.

Pengertian Hawkish

Dalam hal arah kebijakan bank sentral suatu negara, Hawkish adalah kemungkinan untuk menaikkan suku bunga atau melakukan kebijakan moneter ketat. Misalnya dikatakan kalau “bank sentral menyampaikan pesan hawkish”, berarti bank sentral menyiratkan mereka akan menaikkan suku bunga, atau akan menaikkan suku bunga dalam tempo lebih cepat dari ekspektasi sebelumnya.

Secara teoritis, kenaikan suku bunga biasanya dianggap positif oleh investor karena akan meningkatkan imbal hasil yang diterima jika mereka menyimpan dana di suatu negara. Oleh karena itu, menyusul pesan Hawkish dari bank sentral, biasanya nilai tukar mata uang negara terkait akan menguat atau terapresiasi. Namun, ini hanya berlaku bila pesan Hawkish tersebut belum diperkirakan oleh pasar sebelumnya. Jika pasar sudah memperkirakan pesan Hawkish tersebut, maka himbauan bank sentral takkan berdampak banyak pada pergerakan mata uangnya.

Pengertian Dovish

Kebalikan dari Hawkish, arti Dovish adalah kemungkinan untuk menunda kenaikan suku bunga atau melakukan kebijakan moneter longgar. Umpamanya dikatakan kalau “bank sentral mengindikasikan pandangan Dovish”,
berarti bank sentral cenderung menunda kenaikan suku bunga, atau justru ingin menurunkan suku bunga, menambah stimulus moneter, atau melakukan variasi kebijakan moneter longgar lainya.

Apabila kebijakan moneter longgar dilaksanakan, maka jumlah uang beredar akan meningkat, sementara imbal hasil bagi investor kemungkinan menurun. Oleh karenanya, nilai tukar mata uang negara terkait bakal cenderung melemah atau ter-depresiasi.

Selain itu, pesan Dovish identik dengan kondisi ekonomi negara yang kurang stabil, atau masih buruk. Sehingga apabila pejabat bank sentral mengungkapkan pernyataan yang Dovish, maka dapat ditanggapi sebagai ungkapan ketidakyakinan, dan mengakibatkan kepercayaan investor pada negeri tersebut berkurang.

Korelasi Hawkish, Dovish, Bearish, dan Bullish

Secara umum, hawkish dan dovish lebih merupakan sinyal, indikator, dan bahkan peringatan sebelum terjadinya situasi yang disebut bullish atau bearishDengan kata lain, hawkish dan dovish adalah pra, sedangkan bullish and bearish adalah pasca.

Saat petinggi bank sentral kemudian memberikan pernyataan bahwa menurunkan suku bunga atau menunda kenaikan suku bunga karena perekonomian masih lesu, saat itu lah pernyataan bank sentral disebut dovishBiasanya diikuti dengan kenaikan pasar saham dan agresivitas para pelaku pasar meskipun mata uang negara tersebut kemudian melemah.

Tapi sebaliknya, jika bank sentral menyatakan optimisme perekonomian membaik dan kemungkinan segera didorong dengan kenaikan suku bunga, bank sentral disebut sedang hawkish. Pelaku pasar cemas dan biasanya pasar saham kemudian terkoreksi. Meskipun sebaliknya mata uang negara tersebut menguat karena ada potensi pembalikan arah dana investasi ke negara tersebut sehingga mata uangnya diburu.

Meski demikian, bukan berarti dovish itu selalu menguntungkan dan hawkish selalu merugikan. Tergantung pada situasi dan posisinya. Karena itu penting bagi para pelaku pasar untuk dapat membaca kedua indikator tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas