Beranda blog

Elliot Wave Theory Sederhana

Elliot Wave Theory

Prinsip Elliot Wave Theory ditemukan oleh Ralph Nelson Elliot. Dia bisa disebut sebagai “Ayah” dari teori Wave (gelombang). Teori gelombang ini, memiliki 2 struktur utama yaitu  5 gelombang komplit dan 3 gelombang sebagai gerak koreksi. Hal penting dalam me-aplikasikan Elliot Wave Theory adalah, teori ini tidak memastikan gerakan harga tapi memberikan peluang arah gerakan harga di pasar. Penggunaan Elliot wave untuk menentukan level-level koreksi dan prediksi timing Entry dan Exit posisi. Teori ini pula biasa digunakan pada grafik Harian (Daily) dan Mingguan (Weekly).

Elliot Wave: Impulse Wave

Elliot 5 Wave Impulse Wave

Ilustrasi di samping adalah contoh gelombang 5 atau biasa disebut juga Impulse Wave. Arah trend bias bullish atau bearish dan biasa diwakilkan oleh gelombang 1, 3 dan 5. Gelombang Pertama, biasanya sebagian investor baru memulai aksi beli dan menarik minat sebagian investor lainnya. Gelombang Kedua, terjadi koreksi karena aksi ambil untung short term investor. Gelombang Ketiga, daya tarik yang terjadi di gelombang pertama masih diminati karena Long Term Investor biasanya masuk ke pasar. Gelombang Keempat, Terjadi aksi ambil untung sesaat, karena harga dirasa sudah terlalu tinggi atau mahal. Gelombang Kelima, Sebagian orang masih merasa harga masih berada di tren bullish dan sebagian investor yang belum sempat masuk pasar. Biasanya gelombang kelima ini mulai melemah laju tren bullishnya.

Elliot Wave: Correction Wave

Elliot 3 Correction Wave

Identifikasi gelombang Elliot ini, biasanya baru bisa dilakukan setelah terjadi koreksi pertama A dari 3 gelombang koreksi A,B dan C. Setelah mendapatkan Impulse Wave dan gelombang 5 baru dikatakan gelombang 5 jika sudah terjadi koreksi A. Biasanya jika koreksi A menembus level Gelombang 3, inilah peluang konfirmasi harga akan terjadi koreksi yang lebih besar. Pada momen ini, bisa saja kita putuskan untuk masuk/Entry SELL di pasar dengan target pendek level Gelombang 4. Namun, menjadi lebih baik jika kita masuk/Entry pasar setelah terjadi rebound dengan level Stop di puncak Gelombang 5. Gelombang koreksi B tidak boleh melebihi puncak Gelombang 5, dan jika ini terjadi sudah bukan Gelombang koreksi lagi. Konfirmasi Gelombang C terjadi saat harga menembus ke bawah level gelombang koreksi A dan target panjang bisa mencapai level puncak Gelombang 1 dan awal Gelombang 3. Bahkan jika masih kuat trennya dapat mencapai awal Gelombang 1.

Jadikan Tim Anda Menjadi Lebih Smart, Produktif dan Bahagia

0

Orang yang mengatakan bahwa kecerdasan itu statis – Anda lahir pintar maka Anda pintar jika Anda tidak maka Anda bodoh – sama sekali tidak benar. Dengan membiasakan diri Anda berpikir, Anda dapat memperkuat otak Anda dan memungkinkan diri Anda untuk tumbuh dan beradaptasi sepanjang hidup.

Hal yang sama berlaku untuk tim bisnis Anda, Tim Smart-Tim Produktif-Tim Bahagia. Anda bisa mendorong motivasi tim Anda untuk meningkatkan kemampuan otak mereka dan membuat mereka lebih baik untuk memecahkan masalah dan mengembangkan ide-ide baru yang menguntungkan.

Anda dapat meningkatkan produktivitas rekan Anda dengan tiga strategi sederhana dan tentu saja GRATIS :

Tim Smart

Sampaikan kepada tim Anda bahwa mereka bisa menjadi lebih cerdas dan mereka pasti bisa. Tim Smart.

Coba berikan tim Anda newsletter atau white paper singkat tentang cara untuk tumbuh menjadi lebih cerdas. Anda tidak dapat memotivasi tim smart Anda dengan cara memojokkan mereka atau membuat mereka down. Ken Bain dari University of the District of Columbia melakukan studi di bukunya yang berjudul What the Best College Students Do. Dari hasil studinya Ken Bain  menemukan bahwa orang yang paling kreatif dan sukses adalah orang yang memiliki keyakinan bahwa kecerdasan mereka bisa di upgrade. Karena mereka percaya bahwa mereka dapat “menumbuhkan” otak mereka, jika mereka mau. Mereka yang yakin otak mereka bisa di upgrade menunjukkan rasa ingin tahu lebih besar dan open minded, yang menjadikan mereka menjadi seorang profesional dan intelektual yang sukses.

Ada penelitian lebih lanjut yang mendukung hal ini . Psikolog dari Columbia dan Stanford mencoba meneliti sekitar 100 siswa kelas tujuh yang berjuang dalam matematika selama delapan minggu. Sebagian besar siswa memegang keyakinan bahwa kecerdasan adalah sesuatu yang ditetapkan dalam hidup. Para siswa diberi tips tentang cara menggunakan waktu belajar efektif, kemudian siswa-siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama membaca sebuah artikel berjudul ” You Can Grow Your Intelligence, ” tentang bagaimana sel-sel saraf di otak membuat hubungan lebih kuat setelah kita belajar sesuatu yang baru, sedangkan kelompok lainnya membaca sebuah artikel tentang cara-cara baru untuk mengingat informasi baru. Kelompok pertama benar-benar menggeser pandangan mereka. Mereka percaya bahwa mereka bisa menumbuhkan kecerdasan mereka dan menunjukkan motivasi yang lebih besar untuk belajar di kelas matematika di minggu itu dan bahkan sebulan setelah penelitian berakhir. Cobalah berikan tim Anda artikel tersebut. Mungkin saja mereka bisa lebih bersemangat.

Tim Produktif

Tim Smart, Tim Produktif, Tim Bahagia

Membuat karyawan berada di luar zona kenyamanan mereka.

Menyelesaikan tugas-tugas di luar zona nyaman mereka tidak hanya menambah rasa percaya diri dan motivasi, hal itu bisa benar-benar membantu menjalankan sel-sel otak. Psikolog  Stanford, Carol Dweck membuat sebuah penelitian tentang anak 10 tahun. Dia mencoba untuk meyakinkan anak-anak tersebut jika mereka berpikir bisa, maka pasti bisa. Dia memberikan anak-anak serangkaian 12 puzzle untuk diselesaikan. Delapan pertama cocok dengan keterampilan rata-rata 10 tahun . Empat berikutnya berada di luar kemampuan  kelompok usia tersebut.

Satu kelompok siswa mengatakan hal-hal seperti, “Saya tidak bisa memecahkan masalah ini, saya tidak cukup pintar ” dan hampir menyerah. Anak-anak dalam kelompok lain terus diyakinkan bahwa diri mereka bisa memecahkan masalah yang sulit jika mereka  berusaha lebih. Dweck mengasumsikan kedua grup itu memiliki kemampuan alami yang sama. Mereka yang melihat diri mereka mampu memecahkan masalah berusaha lebih keras dan bukan hanya karena mereka tidak menyerah – tetapi karena mereka berpikir dan bersedia mencoba berbagai solusi sampai mereka menemukan solusi yang berhasil. Secara Neurologis, upaya ini akan memperluas sel-sel otak dan membuat Anda lebih baik dalam memecahkan masalah.

Tim Bahagia

Memberikan waktu senggang untuk discovery time.

Cobalah buka pikiran Anda untuk pelajaran dan pengalaman yang membawa Anda keluar dari hari kerja yang normal yang mudah diprediksi. Hal ini pasti akan mengguncang otak Anda dan membuatnya bekerja lebih keras untuk membentuk  ”Otot “. Sebagai contoh, 3M memberikan karyawan mereka 15 persen waktu untuk sebuah program yang memungkinkan karyawan menggunakan sebagian waktu normal kerja mereka untuk bermain-main dengan ide-ide mereka sendiri. Kebijakan ini telah terbayar dengan memproduksi banyak produk terlaris perusahaan, termasuk Post-It Notes.

Google juga mengambil kekuatan eksplorasi ini dengan “Innovation Time Off”, sebuah program yang memungkinkan karyawan untuk menghabiskan 20 persen dari waktu mereka bekerja pada proyek yang menurut mereka  menarik. Beberapa layanan terbaru dan paling sukses Google terjadi di waktu seperti ini termasuk Gmail dan Google News.

Ini adalah eksperimen yang layak untuk dilakukan. Mulailah dengan mendorong motivasi karyawan Anda untuk mengambil waktu di pagi hari atau di tengah-tengah waktu kerja, yang memungkinkan mereka untuk menghabiskan waktu membaca dan meneliti proyek dan ide-ide yang menarik untuk mereka . Tidak ada ruginya, tetapi potensi keuntungan bisa saja sangat besar.

Sumber : entrepreneur.com

Teori Keseimbangan Pasar Forex

0

Teori keseimbangan pasar dikenal dalam ilmu ekonomi. Yaitu deskripsi hubungan antar pelaku pasar yang berguna untuk menentukan harga dan kuantitas persediaan di pasar. Dalam suatu persaingan pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang dibutuhkan konsumen (permintaan) dan kuantitas yang tersedia di pasar (penawaran). Konsep permintaan dan penawaran ini akan mengakomodasi semua kemungkinan adanya faktor pengubah keseimbangan tersebut. Sehingga timbul pergeseran keseimbangan antara permintaan dan penawaran tersebut (demand dan supply) di pasar.

Teori Keseimbangan Pasar

Teori Keseimbangan Pasar Forex - Belajar Forex

Teori Cobweb menjelaskan siklus harga dan produksi yang naik turun dalam jangka waktu tertentu, yang pada dasarnya dapat dibedakan menjadi: (1) siklus dengan fluktuasi yang jaraknya tetap; (2) Siklus yang menuju titik keseimbangan; dan (3) Siklus yang menjauhi titik keseimbangan.

Proses penyesuaian pasar menuju keseimbangan akan dipengaruhi oleh beberapa kondisi antara lain: (1) permintaan yang berubah, di mana penawaran tetap; (2) Penawaran yang berubah, di mana permintaan tetap; dan (3) Permintaan dan penawaran yang berubah secara simultan.

Teori Keseimbangan Pasar, Perubahan Permintaan dan Penawara dan Keseimbangan Harga

Kami tidak akan membahas detil konsep teori keseimbangan pasar demand dan supply ini namun dalam kaitan transaksi Forex, konsep demand dan supply dapat diterapkan baik sebagai Price Action maupun Oscillator.

Pasar Spot Mata Uang

Dunia finansial khususnya transaksi mata uang (currency trading) mengenal dua pasar utama yaitu spot market dan future market. Harga-harga dalam transaksi Forex yang sering dan selalu kita gunakan adalah harga dalam spot market. Kelebihan dari pasar spot ini adalah likuiditasnya yang sangat tinggi karena merupakan hasil transaksi dari seluruh trader dunia dan menjadi pasar terbesar karena tidak terpusat dalam satu tempat pasar saja.

Pengguna pasar spot ini termasuk orang-orang yang membutuhkan pertukaran mata uang (forex) untuk keperluan bisnisnya seperti ekspor impor, keperluan bepergian ke luar negeri, keperluan sekolah di luar negeri, namun tidak terlepas dari ulah spekulan yang ingin mendapatkan untung dari fluktuasi harga forex.

Ketika kita terjun dalam transaksi mata uang atau forex, faktor utama yang harus diperhatikan adalah bagaimana harga bergerak? Di level berapa akan terjadi keseimbangan? Faktor apa saja yang menggerakkan harga saat itu?

Beberapa dari kita hanya terpaku oleh analisa teknikal grafik sehingga terlihat pergerakan harga, fluktuasinya, trendnya namun sudah tahukah Anda dimana akan terjadi keseimbangan harga dan faktor apa yang menggerakan sehingga harga bergerak sedemikian besarnya?

Beberapa dari kita juga melakukan shortcut untuk dapat transaksi forex hanya dengan mengupas kulitnya tetapi belum mengetahui detil isinya. Alih-alih mendapatkan untung malahan kerugian yang didapat.

Demand dan Supply dalam Price Action

Implementasi konsep keseimbangan pasar dalam transaksi forex dapat dipandang sebagai keseimbangan harga yang terjadi karena munculnya buyer dan seller pada level-level tertentu dan pada waktu yang tidak lama, ketidakseimbangan akan terjadi lagi untuk menggerakkan harga. Ketidakseimbangan dapat diartikan sebagai demand > supply atau supply > demand.

Kondisi 1; apa yang akan terjadi ketika demand > supply ? Harga memiliki peluang naik dan di harga inilah munculnya banyak buyer melebihi seller.

Demand dan Supply dalam Price Action

Berdasarkan gambar di atas, harga GBPUSD berangsur turun menuju harga keseimbangan dan ketika terjadi pergulatan buyer dan seller, demand > supply maka buyerlah yang keluar sebagai pemenangnya dan harga bergerak bullish untuk menuju harga keseimbangan baru.

Garis tren resistance yang tergambar merupakan identifikasi batas demand > supply sehingga trader cerdas hanya akan melakukan aksi BUY pada level tersebut. Area pergulatan buyer dan seller disebut sebagai area low risk high return.

Kondisi 2; lalu apa yang akan terjadi jika supply > demand ? Harga akan memiliki peluang turun dan akan muncul lebih banyak seller daripada buyer.

Demand dan Supply dalam Price Action

Berdasarkan gambar di atas, harga GBPUSD menguji lagi area harga keseimbangan setelah sideways dalam range sempit  dan terjadi pergulatan antara buyer dan seller yang pada akhirnya dimenangkan oleh seller dimana supply > demand. Trader cerdas akan melakukan aksi SELL ketika harga mulai keluar dari area pergulatan buyer dan seller (low risk high return) dan juga ketika menembus ke bawah garis tren support.

Penggunaan price action juga harus diiukuti dengan analisa faktor fundamental dan sebelum melakukan transaksi, trader diharapkan sudah siap dengan kemungkinan faktor penggerak harga saat itu.

Teori Keseimbangan Ekonomi: Penawaran dan Permintaan

Penawaran dan permintaan merupakan salah satu konsep atau teori keseimbangan ekonomi yang paling mendasar. Juga merupakan tulang punggung pasar. Permintaan mengacu pada seberapa banyak (jumlah) produk atau jasa yang diinginkan oleh pembeli. Kuantitas produk yang diminta adalah jumlah produk yang tersedia untuk dibeli dengan harga tertentu. Hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dikenal sebagai hubungan permintaan.

Penawaran mewakili seberapa banyak pasar dapat menyediakan. Kuantitas yang disediakan mengacu pada jumlah produsen barang tertentu yang mau memasok saat berada di harga tertentu. Korelasi antara harga dan berapa banyak barang atau jasa yang dipasok ke pasar dikenal sebagai hubungan penawaran. Dan harga merupakan cerminan dari adanya penawaran dan permintaan.

Hubungan antara permintaan dan penawaran mendasari kekuatan/kemampuan alokasi sumber daya. Dalam teori keseimbangan ekonomi pasar, hukum permintaan dan penawaran harus mengalokasikan sumber daya dengan cara seefisien mungkin.

Hukum Permintaan

Hukum permintaan menyatakan bahwa, dengan asumsi semua faktor lain tetap sama, semakin tinggi harga suatu produk, semakin sedikit orang akan membeli produk itu. Dengan kata lain, semakin tinggi harga, semakin sedikit kuantitas yang diminta. Jumlah barang yang dibeli oleh pembeli dengan harga yang lebih tinggi akan lebih sedikit. Grafik di bawah ini merupakan kurva permintaan dengan slope atau kemiringan ke bawah.

Teori Keseimbangan Ekonomi - Hukum PermintaanA, B dan C adalah poin pada kurva permintaan. Setiap titik pada kurva mencerminkan korelasi langsung antara kuantitas yang diminta (Q) dan harga (P). Jadi, pada titik A, jumlah yang diminta adalah Q1 dan harganya berada di P1, dan seterusnya. Kurva hubungan permintaan tersebut menggambarkan hubungan negatif antara harga dan kuantitas yang diminta. Semakin tinggi harga suatu produk, semakin sedikit kuantitas yang diminta (A), dan semakin rendah harga, semakin banyak pula permintaan untuk produk tersebut (C).

Hukum Penawaran

Seperti halnya hukum permintaan, hukum penawaran menunjukkan jumlah yang akan dijual dengan harga tertentu. Tetapi ada sedikit perbedaan dari hukum permintaan, yaitu hubungan penawaran menunjukkan slope atau kemiringan ke atas. Ini berarti bahwa semakin tinggi harga, semakin tinggi kuantitas yang bisa disediakan. Produsen memasok lebih banyak dengan harga lebih tinggi karena menjual dalam jumlah lebih tinggi dengan harga lebih tinggi meningkatkan pendapatan.

Teori Keseimbangan Ekonomi - Hukum PenawaranA, B dan C adalah titik-titik pada kurva penawaran. Setiap titik pada kurva mencerminkan korelasi langsung antara kuantitas yang disediakan (Q) dan harga (P). Pada titik B, jumlah yang diberikan akan menjadi Q2 dan harganya akan menjadi P2, dan seterusnya.

Waktu dan Pasokan

Ada sedikit perbedaan antara hubungan penawaran dan hubungan permintaan. Hubungan penawaran memiliki faktor waktu. Waktu penting untuk disediakan karena pemasok harus, tetapi tidak selalu, bereaksi dengan cepat terhadap perubahan permintaan ataupun harga. Jadi penting untuk menentukan apakah perubahan harga yang disebabkan oleh permintaan akan bersifat sementara atau permanen.

Sebagai contoh, permintaan payung di musim hujan. Biasanya ada peningkatan permintaan dan juga harga payung di musim hujan; pemasok hanya dapat mengakomodasi permintaan dengan menggunakan peralatan produksi mereka secara lebih intensif. Namun, ternyata ada perubahan iklim, dan masyarakat membutuhkan payung sepanjang tahun. Maka akan ada perubahan permintaan dan harga untuk jangka panjang; sehingga pemasok harus mengubah peralatan dan fasilitas produksi mereka untuk memenuhi tingkat permintaan jangka panjang.

Hubungan Penawaran dan Permintaan

Sekarang kita tahu hukum penawaran dan permintaan, mari kita beralih ke contoh sederhana untuk menunjukkan bagaimana penawaran dan permintaan mempengaruhi harga.

Seandainya sebuah ponsel cerdas edisi khusus dari merk tertentu dirilis seharga Rp 7,1 juta. Karena analisis sebelumnya dari perusahaan ponsel menunjukkan bahwa konsumen tidak akan membeli ponsel dengan harga lebih tinggi dari Rp 7,1 juta, dan perusahaan hanya berencana me-produksi 100 ponsel karena opportunity cost yang terlalu tinggi bagi pemasok untuk memproduksi lebih banyak. Namun, jika 100 ponsel diminati oleh 500 orang, maka harga akan naik.

Menurut hubungan permintaan, dengan meningkatnya permintaan, maka hargapun akan meningkat. Konsekuensinya, kenaikan harga harus mendorong lebih banyak ponsel yang akan dipasok karena hubungan penawaran menunjukkan bahwa semakin tinggi harga, semakin tinggi kuantitas yang disediakan.

Namun, jika ada 700 ponsel yang diproduksi dan permintaan masih di 500, harga tidak akan naik karena pasokan lebih dari permintaan. Faktanya setelah 500 konsumen puas dengan pembelian ponsel mereka, harga sisa ponsel mungkin turun karena produsen ponsel mencoba untuk menjual 200 ponsel yang tersisa. Harga yang lebih rendah kemudian akan membuat sisa ponsel tersedia untuk orang-orang yang menganggap harga Rp 7,1 juta terlalu tinggi.

Teori Keseimbangan Ekonomi

Keseimbangan (Equlibrium)

Ketika penawaran dan permintaan di level yang sama (mis. ketika fungsi penawaran dan fungsi permintaan berpotongan) maka ekonomi dikatakan berada pada titik ekuilibrium atau titik keseimbangan. Pada titik ini, alokasi produk menjadi paling efisien karena jumlah barang yang dipasok persis sama dengan jumlah barang yang diminta. Dengan demikian, setiap orang (individu, perusahaan, atau negara) puas dengan kondisi ekonomi saat ini. Teori Keseimbangan Ekonomi, pada harga yang sudah tetap, pemasok menjual semua produk yang telah mereka produksi dan konsumen mendapatkan semua produk yang mereka minta atau inginkan.

Seperti yang Anda lihat pada grafik di bawah, keseimbangan terjadi di persimpangan kurva permintaan dan penawaran, yang menunjukkan tidak ada inefisiensi alokatif. Pada titik ini, harga barang akan menjadi Pe dan kuantitas akan menjadi Qe. Angka-angka ini disebut sebagai harga dan kuantitas kesetimbangan.

Di pasar riil, keseimbangan hanya bisa dicapai secara teori, Teori Keseimbangan Ekonomi, sehingga harga barang dan jasa terus berubah sehubungan dengan fluktuasi permintaan dan penawaran.

Teori Keseimbangan Ekonomi - Grafik Keseimbangan HargaKetidakseimbangan (Disekuilibrium)

Disekuilibrium dalam teori keseimbangan ekonomi terjadi ketika harga atau kuantitas tidak sama dengan Pe atau Qe.

Kelebihan Pasokan

Jika harga ditetapkan terlalu tinggi, akan tercipta kelebihan pasokan di dalam ekonomi dan ini adalah inefisiensi dalam pengalokasian.

Pada harga P1, jumlah barang yang ingin disediakan oleh produsen ditunjukkan oleh Q2. Namun, pada P1, jumlah yang ingin dikonsumsi konsumen adalah pada Q1, merupakan jumlah yang jauh lebih sedikit daripada Q2. Karena Q2 lebih besar dari Q1, maka terjadi kelebihan pasokan. Terlalu banyak yang diproduksi dan terlalu sedikit dikonsumsi.

Para pemasok berusaha untuk menghasilkan lebih banyak barang, yang mereka harapkan dapat dijual untuk meningkatkan laba. Akan tetapi mereka yang mengonsumsi barang-barang itu melihat bahwa produk tersebut kurang menarik dan membeli lebih sedikit.

Permintaan Berlebihan

Permintaan berlebih terjadi ketika harga ditetapkan di bawah harga ekuilibrium. Karena harganya sangat rendah, terlalu banyak konsumen yang menginginkannya sementara produsen tidak menghasilkan cukup banyak produk.

Dalam situasi ini, pada harga P1, jumlah barang yang diminta oleh konsumen pada harga ini adalah Q2. Sebaliknya, jumlah barang yang ingin diproduksi oleh produsen pada harga ini adalah Q1. Dengan demikian, ada terlalu sedikit barang yang diproduksi untuk memenuhi keinginan (permintaan) dari konsumen. Namun, karena konsumen harus bersaing dengan yang lain untuk membeli barang dengan harga ini, permintaan akan mendorong harga naik, membuat pemasok ingin memasok lebih banyak dan membawa harga lebih dekat ke titik keseimbangannya.

Pergeseran vs Gerakan

Bagi ekonomi, “gerakan” dan “pergeseran” dalam kaitannya dengan kurva penawaran dan permintaan mewakili fenomena pasar yang sangat berbeda:

Gerakan

Gerakan mengacu pada perubahan sepanjang kurva. Pada kurva permintaan, gerakan menunjukkan perubahan harga dan kuantitas yang diminta dari satu titik ke titik lainnya pada kurva. Pergerakan tersebut menyiratkan bahwa hubungan permintaan tetap konsisten. Oleh karena itu, pergerakan sepanjang kurva permintaan akan terjadi ketika harga barang berubah dan kuantitas yang diminta berubah sesuai dengan hubungan permintaan awal. Dengan kata lain, pergerakan terjadi ketika perubahan kuantitas yang diminta hanya disebabkan oleh perubahan harga, dan sebaliknya.

Bergeser

Pergeseran dalam kurva permintaan atau penawaran terjadi ketika kuantitas suatu barang menyebabkan perubahan meskipun harga tetap sama. Misalnya, jika harga untuk sebotol air Kangen adalah Rp 60 ribu dan jumlah air Kangen yang diminta meningkat dari Q1 ke Q2, maka akan ada perubahan dalam permintaan air Kangen. Pergeseran dalam kurva permintaan menyiratkan bahwa hubungan permintaan asli telah berubah. Artinya permintaan kuantitas dipengaruhi oleh faktor selain harga. Pergeseran dalam hubungan permintaan akan terjadi jika, misalnya, air Kangen tiba-tiba menjadi satu-satunya jenis air mineral kesehatan yang tersedia untuk dikonsumsi.

Sebaliknya, jika harga untuk sebotol air Kangen adalah $ 2 dan jumlah yang disediakan menurun dari Q1 ke Q2, maka akan ada perubahan dalam pasokan air Kangen. Seperti pergeseran dalam kurva permintaan, pergeseran dalam kurva penawaran menyiratkan bahwa kurva penawaran asli telah berubah. Artinya kuantitas yang dipasok dipengaruhi oleh faktor selain harga. Pergeseran kurva penawaran akan terjadi jika, misalnya, bencana alam; produsen akan dipaksa untuk memasok lebih sedikit air Kangen dengan harga yang sama.

Teori Keseimbangan Ekonomi diperlukan untuk memahami hubungan permintaan dan penawaran yang dapat menyebabkan perubahan harga atau sebaliknya. Di pasar forex, hubungan permintaan dan penawaran sering disebut Teori Supply and Demand, Indikator Supply and Demand dan banyak lagi. Semuanya itu mengacu pada Teori Keseimbangan Ekonomi.

Sistem Ekonomi dan Implikasinya

Untuk memulai diskusi kita tentang ekonomi, pertama-tama kita perlu memahami beberapa konsep penting. Misalnya, bagaimana sistem ekonomi itu? Ketika kita mendengar bahwa “ekonomi sedang tumbuh” atau bahwa “perekonomian berkinerja buruk,” apa artinya itu? Ini penting bagi Anda yang ingin transaksi atau trading forex, untuk memahami pasar forex dan pergerakan harganya.

Pada tingkat yang paling abstrak, ekonomi adalah sistem yang ada untuk menghasilkan dan menyediakan barang dan jasa kepada masyarakat yang mereka butuhkan untuk hidup dan melakukan apa yang mereka inginkan.

Ukuran sistem ini dapat tumbuh saat populasinya semakin besar atau populasi yang ada semakin kaya. Ekonom sering mengukur ukuran ekonomi dengan metrik seperti produk domestik bruto (PDB), yang mengukur nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu.

Sistem Ekonomi : Kapitalis

Jenis-jenis sistem ekonomi didefinisikan baik oleh bagaimana barang-barang diproduksi atau oleh bagaimana barang-barang itu dialokasikan kepada masyarakat. Sebagai contoh, dalam masyarakat agraria primitif, orang cenderung memproduksi sendiri semua kebutuhan dan keinginan mereka di tingkat rumah tangga atau suku. Anggota keluarga akan membangun tempat tinggal mereka sendiri, menanam tanaman mereka sendiri, berburu sendiri, membuat pakaian sendiri, membuat roti sendiri, dll. Sistem ekonomi yang mandiri ini didasarkan pada sedikit pembagian kerja dan timbal balik bertukar dengan anggota keluarga atau suku lainnya. Dalam masyarakat primitif seperti itu, konsep kepemilikan pribadi biasanya tidak ada karena kebutuhan masyarakat dihasilkan oleh semua demi semua.

Ketika masyarakat terus berkembang, ekonomi yang didasarkan pada produksi oleh kelas sosial muncul seperti feodalisme dan perbudakan. Perbudakan melibatkan produksi oleh individu-individu yang diperbudak yang tidak memiliki kebebasan atau hak-hak pribadi dan ada pemiliknya. Feodalisme adalah suatu sistem kelas bangsawan, yang dikenal sebagai tuan, memiliki semua tanah dan menyewakan sebagian kecil kepada petani untuk bertani, dan petani menyerahkan sebagian besar produksi mereka kepada tuan. Sebagai imbalannya, tuan menawarkan keamanan dan keamanan relatif bagi para petani termasuk tempat tinggal dan makanan.

Kapitalisme muncul seiring munculnya industrialisasi. Kapitalisme didefinisikan sebagai sistem produksi di mana pemilik bisnis (kapitalis) memproduksi barang untuk dijual guna mendapatkan keuntungan dan bukan untuk konsumsi pribadi. Dalam kapitalisme, kapitalis memiliki alat yang digunakan untuk produksi serta produk jadi. Pekerja dipekerjakan sebagai imbalan atas upah, dan pekerja tidak memiliki alat yang digunakannya dalam proses produksi maupun produk jadi ketika sudah selesai.

Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sosialis

Produksi kapitalis bergantung pada pasar untuk alokasi dan distribusi barang-barang yang diproduksi untuk dijual. Pasar adalah tempat yang mempertemukan pembeli dan penjual, di mana harga ditetapkan dan menentukan siapa yang mendapatkan apa dan berapa banyak. Amerika Serikat dan banyak negara maju saat ini dapat digambarkan sebagai ekonomi pasar kapitalis.

Alternatif Sistem Ekonomi Kapitalis

Ekonomi Sosialisme

Sistem Ekonomi Sosialisme adalah sistem produksi di mana pekerja secara kolektif memiliki bisnis, alat produksi, produk jadi, dan berbagi keuntungan. Tidak ada pemilik bisnis yang mempertahankan kepemilikan pribadi atas semua bisnis dan hanya mempekerjakan pekerja dengan imbalan upah. Produksi sosialis sering menghasilkan produk jadi demi keuntungan dan memanfaatkan pasar untuk mendistribusikan barang dan jasa.

Ekonomi Komunisme

Sistem Ekonomi Komunisme adalah sistem produksi di mana kepemilikan pribadi tidak ada lagi dan masyarakat secara kolektif memiliki alat-alat produksi. Komunisme tidak menggunakan sistem pasar, melainkan mengandalkan perencana pusat yang mengatur produksi (memberi tahu orang-orang yang akan bekerja dalam pekerjaan apa) dan mendistribusikan barang dan jasa kepada konsumen berdasarkan kebutuhan. Terkadang ini disebut ekonomi otoriter.

Kelangkaan

Kelangkaan, sebuah konsep yang sudah kita bahas secara implisit dalam artikel sebelumnya, merujuk pada kekhawatiran sumber daya yang terbatas hingga keinginan dan kebutuhan kita yang tidak terbatas. Untuk seorang individu, sumber daya termasuk waktu, uang, dan keterampilan. Untuk suatu negara, sumber daya yang terbatas mencakup sumber daya alam, modal, tenaga kerjanya dan tingkat teknologinya.

Jika kelangkaan tidak ada, ekonomi tidak akan menjadi masalah karena semua orang akan dapat menyediakan semua kebutuhan dan keinginan mereka setiap saat, dan gratis.
Namun, karena sumber daya kita terbatas dibandingkan dengan semua keinginan dan kebutuhan kita, individu, perusahaan, dan negara harus membuat keputusan mengenai barang dan jasa apa yang mereka beli atau hasilkan dan mana yang harus mereka lupakan.

Misalnya, jika Anda memilih untuk membeli satu video game baru ataukan membeli dua video game lama, Anda harus memilih, memiliki dua game lama dengan teknologi lebih rendah ataukah satu game baru dengan kualitas yang lebih tinggi. Demikian juga, perusahaan yang memproduksi video game harus memutuskan bagaimana mengalokasikan tenaga kerja, waktu, dan uangnya untuk menghasilkan sejumlah kecil game berkualitas tinggi atau sejumlah besar produk berkualitas rendah.

Karena kelangkaan, orang (tenaga kerja), perusahaan, dan negara semua harus membuat keputusan tentang bagaimana mengalokasikan sumber daya masing-masing. Ekonomi, pada gilirannya, bertujuan untuk mempelajari mengapa kita membuat keputusan ini dan bagaimana kita mengalokasikan sumber daya kita dengan paling efisien.

Ekonomi: Makro dan Mikro

Ekonomi Makro dan Mikro adalah dua titik pandang utama dalam memahami ekonomi.

Ekonomi Makro

Ekonomi makro melihat ekonomi pada tingkat nasional dan internasional. Ini memeriksa total output suatu negara (GDP) dan cara negara mengalokasikan sumber daya terbatas seperti tanah, pasokan tenaga kerja dan modal. Juga ekonomi makro berkaitan dengan perdagangan internasional, kebijakan fiskal dan moneter suatu negara, tingkat inflasi dan suku bunga, pengangguran nasional, dan banyak lagi.

Ekonomi Mikro

Ekonomi mikro mempelajari tingkat individu dan perusahaan dalam perekonomian. Menganalisa aspek-aspek tertentu dari perilaku manusia, ekonomi mikro menunjukkan kepada kita bagaimana individu dan perusahaan merespons perubahan harga dan mengapa mereka menuntut apa yang mereka lakukan pada tingkat harga tertentu. Ekonomi mikro mencoba menjelaskan bagaimana dan mengapa barang yang berbeda memiliki nilai yang berbeda, bagaimana individu membuat keputusan keuangan, dan bagaimana individu berkoordinasi dan bekerja sama satu sama lain.

Ekonomi Makro dan Mikro saling terkait. Para ekonom mendapatkan pemahaman tentang fenomena tertentu dengan kedua hal tersebut, dan mereka dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih tepat ketika mengalokasikan sumber daya. Banyak orang percaya bahwa fondasi mikro individu dan perusahaan yang bertindak secara agregat merupakan fenomena ekonomi makro.

Pembahasan ekonomi makro dan mikro dalam trading forex dan gold, lebih dikaitkan bagaimana gambaran ekonomi yang terindikasi dari rilis data ekonomi, respon pasar terhadap data yang dirilis bahkan kondisi politik suatu negara pun mampu mempengaruhi keseimbangan harga.

Pengertian Ekonomi

Ekonomi adalah bidang studi yang semakin relevan dan dibutuhkan di masyarakat kita yang semakin me-global terutama menyangkut keuangan. Ekonomi juga merupakan bagian dari kesadaran kolektif kita, kata kunci yang menghubungkan keuangan pribadi dengan bisnis besar dan kesepakatan perdagangan internasional. Pengertian Ekonomi selain berhubungan dengan pilihan individu, tetapi juga dengan uang dan pinjaman, produksi dan konsumsi, perdagangan dan pasar, pekerjaan dan lapangan pekerjaan, penentuan harga aset, pajak dan banyak lagi.

Apa Itu Forex?

0

Apa Itu Forex ?

Sejarah Forex

Sebelum terjun dalam trading forex, kita semestinya mengetahui Apa itu Forex? Di Indonesia, Pasar Forex sering disebut Penukaran Valuta Asing. Sebuah pasar dimana hampir seluruh jenis mata uang di dunia ditransaksikan satu sama lain. Mulai dari pasar antar BANK di tahun 1970an, sebagai masa transisi, ketika sistem transaksinya dirubah dari nilai tetap (FIXED) ke nilai yang dapat berubah sesuai kondisi pasar (FLOATING).

Karena volume dan cepat transaksi yang terjadi, maka Pasar FOREX menjadi pasar finansial terbesar dan berpengaruh di dunia.

Beberapa ciri khas mengenai Pasar FOREX :

  1. Pasar FOREX buka/berjalan/bergerak selama 24 jam perhari kerja (Senin – Jumat)
  2. Likuiditas Tinggi : transaksi harian di Pasar FOREX – lebih dari 4 Trillion Dollars – membuat menjadi mudah untuk melakukan transaksi di mata uang manapun
  3. Bisa mendapatkan keuntungan ketika kondisi pasar bagus ataupun jelek
  4. Kelebihan menggunakan dana kecil dengan konsep leveraged trading
  5. Transparansi yang luar biasa : Pasar FOREX adalah pasar yang transparan… Anda cukup membaca semua informasi yang ada di dunia

Nilai Tukar

Forex sangat berperan dalam menentukan nilai tukar global. Nilai Tukar adalah nilai mata uang suatu negara terhadap nilai mata uang negara lain. Nilai Tukar mata uang suatu negara ditentukan oleh interaksi dari pemerintah dan partisipasi investor individu di Pasar FOREX. Sebagai contoh nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS di BCA.

Peserta Pasar Forex

Peserta utama pada Pasar Forex adalah Bank Sentral, Bank Komersil, Hedge Fund, Lembaga Kuangan, Perusahaan Komersil dan Investor Individu. (akan dibahas di artikel berikut : Pelaku Pasar Forex)

Lalu, kenapa mereka bertransaksi di Pasar FOREX ? Ada beberapa tujuan bertransaksi forex, salah duanya adalah :

  • Mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga (spekulasi)
  • Proteksi terhadap fluktuasi harga terhadap barang dan jasa yang mereka miliki (Hedging)

Dengan perkembangan teknologi, internet sudah menjadi fasilitator trading yang sangat membantu, sehinggai investor individu yang biasa disebut trader pribadi dapat mengakses semua informasi seputar Forex baik itu dari Berita Forex, Teknologi dan Tools yang berhubungan dengan Pasar Forex.

Sebagai bagian dari belajar forex dasar, kita akan membahas dan belajar trading forex dari dasar, Apa Itu Forex hingga pada cara transaksi forex yang aman dan profitable. Juga akan dibahas cara trading forex di platform MT4, cara membaca indikator dan pola candle.