Industri Aluminium Jepang Menyerukan Kepada AS Untuk Membatalkan Tarif Impor

Seperti yang dilansir Reuters Tokyo, Industri Aluminium Jepang pada hari Kamis menyerukan Amerika Serikat untuk emmotong tarif impor pada aluminium. Mereka mengklaim kebijakan AS tersebut menentang aturan internasional. Selain itu juga dapat menimbulkan masalah serius bagi industri dan perdagangan global serta pertumbuhan ekonomi.

Industri Aluminium Jepang Anggap Tarif Impor Berbahaya

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump sementara mengecualikan 6 negara, termasuk Kanada dan Meksiko.  Selain kedua negara tersebut, negara Uni Eropa dan Bea Impor AS yang lebih tinggi pada baja dan aluminium berkalu mulai hari ini.  Pengecualian tersebut sebagian besar untuk sekutu AS, tapi Jepang tidak termasuk.

“Kami akan meminta pemerintah Jepang untuk terus mencari pengecualian negara dari tarif baru AS”. Pernyataan tersebtu disampaikan oleh Mitsuru Okada, Ketua Asosiasi Aluminium Jepang mengatakan pada konferensi pers.

Jepang juga berencana untuk membalas perlakukan AS, begitu yang dipikirkan oleh Mitsuru Okada. Jepang akan mencari pengecualian produk untuk menerapkan tarif balasan terhadap AS.

Produksi Jepang dari aluminium yang digulung dan diekstrusi diperkirakan mencapai 2.06 juta ton hingga 31 Maret.  Data tersebut disampaikan oleh Asosiasi Industri Aluminium Jepang. Ekspor ke AS diperkirakan 31.000 ton dari total ekspor 203.853 ton.

“Kami juga khawatir produk aluminium yang ditutup oleh Amerika Serikat dapat membanjiri pasar Asia”, kata Okada.

Asosiasi juga mengeluarkan prospek untuk logam di Jepang pada tahun bisnis mulai April. Memprediksikan permintaan untuk aluminium di gulung dan di ekstrusi turun 0.1 persen dari tahun ini menjadi 2.09 ton.

Tentunya, jika Aluminium daur ulang membanjiri pasar Asia, harganya akan mengalami penurunan yang tajam. Sehingga kerugian besar diprediksikan akan dialami oleh pabrikan aluminium besar Asia seperti China dan Jepang.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump telah memutuskan untuk mentargetkan sekitar $50 milyar tarif dari pabrikan China. Aksi tersebut langsung direspon secara keras oleh China yang ingin membalasnya melalui kenaikan tarif 15% ke semua barang impor AS termasuk buah-buahan, daging, dan juga aluminium daur ulang.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account