Jepang Mungkin Menghadapi Kemelut Yang Dilontarkan Trump Sebagai Manipulator Mata Uang

BoJ (Bank of Japan / Bank Sentral Jepang) dapat menghadapi kritik dari Presiden AS, Donald Trump, sebagai manipulator mata uang. Kritikan tersebut dilontarkan karena Jepang dianggap menjaga yen secara artifisial lemah. Yakni dengan cara terus mempertahankan kebijakan ultra longgar sampai target inflasi yang tidak mungkin terpenuhi. Pernyataan tersebut di jelaskan oleh mantan diplomat mata uang teratas Jepang.

Jepang Dituduh Menjadi Manipulator Mata Uang

Hiroshi Watanabe mengatakan :

“Daripada mempertimbangkan targetnya yang sulit dicapai, BoJ seharusnya berkomunikasi pada akhir tahun ini tentang rencananya.  Kapan dan bagaimana pihak BoJ dapat mengurangi program stimulus besar-besaran”.

Watanabe yang tetap berhubungan dekat dengan diplomat keuangan internasional mengatakan :

“BoJ mungkin berjuang untuk membenarkan kebijakan pembatasan Yield Nol dengan ekonominya yang dalam kondisi baik.  Selain itu, pasar kerja juga lebih mendekati Full Employment (Pekerjaan Penuh)”.

“BoJ mungkin mengatakan membatasi hasil nol karena inflasi jauh dari target 2%. Tetapi jika ekonomi tumbuh, katakan 1.3 atau 1.4 persen, Amerika Serikat tidak dapat membeli arguman itu, jelas Watanabe.

Watanabe kembali meneruskan penjelasannya :

“Menjaga imbal hasil nol terlalu lama dapat menarik AS menyebut BoJ lebih fokus pada mata uangnya daripada Inflasi. Amerika Serikat mungkin tidak mengatakan secara langsung bahwa BoJ menggunakan manipulasi mata uang, tapi dapat memberikan sinyal seperti itu”.

Jepang saat ini masih aman, tetapi dapat muncul kritikan dari Trump jika dolar naik menjadi sekitar 115 yen. Selain itu, jika perbedaan suku bunga AS-Jepang melebar menjadi sekitar 350 basis poin, kemungkinan tersebut akan terjadi.

“BOJ haru berhati-hati pada titik tertentu, karena Amerika Serikat dapat membantah bahwa jepang menggunakan kebijakan moneter utnuk menjaga yen tetap lemah”, tambah watanabe.

Pasar global terguncang bulan ini, ketika Trump bergerak untuk memberlakukan tarif pada barang-barang China. Beijing pun mengancam langkah-langkah serupa, memicu kekhawatiran perang perdagangan global, serta memperkuat permintaan untuk Safe Haven Yen.

Pembuat kebijakan Jepang khawatir bahwa Trump dapat menggunakan pendekatan yang sama yang ia ambil terhadap Korea Selatan. Mereka menyetujui perjanjian perdagangan dengan kesepakatan sampingan untuk mencegah devaluasi mata uang kompetitif.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account