Dolar Kembali Melemah Terhadap Yen Setelah Keuntungan Yang Cukup Besar

Seperti yang dilansir oleh Investing,  Dolar kembali melemah terhadap yen pada hari Kamis (29/03). Sehari sebelumnya, USD telah membukukan kenaikan prosentase harian terbesarnya dalam sekitar 6 bulan terhadap Yen. Hal ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat dari harapan untuk terobosan diplomatik dengan Korea Utara.

Retorika Dolar Selama 2 Hari Terakhir

USD/JPY turun sekitar 0.27% menjadi 106.55 pada pagi hari tadi.  Sebelumnya, sesi Rabu diakhiri dengan kenaikan 1.4%, peningkatan terbesar sejak 11 September 2017. Dolar terdorong setelah data pada hari Rabu menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh lebih besar dari perkiraan awal 2.9% pada kuartal keempat.

Data tersebut membuat jalan yang lebih jelas untuk tingkat seikit lebih agresif dari kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini. The Fed telah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini pekan lalu. The Fed juga tetap pada proyeksi untuk tiga kenaikan suku bunga tahun ini.

Mata uang AS menerima dorongan tambahan setelah China mengatakan pada hari Rabu (28/03), bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah berjanji untuk denuklirisasi.  Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump mencuitkan di Twiter bahwa dirinya ingin bertemu lagi dengan pemimpin diktator tersebut.

Perkembangan kabar tersebut mendorong spekulasi bahwa terobosan atas program nuklir Korea Utara bisa semakin dekat.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan Greenback terhadap 6 mata uang utama mendekati level tertinggi 1 minggu di 89.71.

Euro Stabil dengan EUR/USD di level 1.2316, setelah jatuh 0.75% pada hari Rabu.

Mata uang tunggal tetap defensif setelah data ekonomi Zona Euro yang lembut.  Selain itu, komentar yang terdengar dovish juga dinyatakan oleh Erkki Liikanen, anggota dewan pemerintah ECB awal pekan ini.

Pound hampir tidak berubah terhadap dolar, dengan GBP/USD terakhir di 1.4069.

Investor melihat kedepan untuk data konsumsi dan harga AS yang akan dirilis beberapa hari lagi. Data terssebut akan diawasi secara ketat oleh pelaku pasar, karena kemungkinan terjadinya arah perubahan kebijakan moneter.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account