PMI China : Mata Uang ASEAN Rentan Terhadap Ketakutan Perang Dagang Global

Pada awal minggu ini, mata uang ASEAN semakin menguat di pasar valuta asing. Langkah mereka lebih tinggi mengikuti kenaikan umum dalam sentimen dimana pada hari Senin, S&P 500 meningkat ke level tertinggi sejak Agustus 2015.

Peter Navarro, Penasehat Perdagangan AS mencoba untuk mendinginkan perang dagang yang saat ini sedang panas-panasnya. Sehingga, Investor kembali memiliki kepercayaan untuk mengambil resiko aset berimbal hasil lebih tinggi.

Mata Uang ASEAN Bisa Jatuh Sewaktu-waktu

Jika kedepannya suasana tiba-tiba suram lagi seperti pekan lalu, maka mata uang Asia / Pasifik menjadi rentang terhadap aksi jual lebih lanjut. Meskipun, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin telah mengatakan baru-baru ini bahwa ia berharap China akan mencapai kesepakatan untuk menghindari $50 milyar tarif yang ditentukan trump. Disisi lain, Perdana Menteri China, Li Keqiang, mengatakan bahwa kedua negara harus terus bernegosiasi.  Jika kesepakatan terburuk terjadi, maka mata uang Asia bakal terjun bebas.

IMP Manufaktur China akan melintasi kabel akhir pekan ini. China adalah mitra dagang utama untuk negara-negara seperti Malaysia, Indonesia dan Singapura. Ini berarti bahwa kondisi ekonomi di negara China akan mempengaruhi seluruh ekosistem Asia Pasifik.  Karena itu, hasil yang lebih baik dari perkiraan dapat meningkatkan nilai mata uang seperti Rupiah Indonesia atau Ringgit Malaysia. Pedagang harus tetap berhati-hati selama pekan ini hingga pasar minggu depan terbuka.

Saat ini, USD/SGD tampak sedang terdorong ke bawah. Namun, penutupan Senin lalu membawanya ke garis support horizontal 1.3081 yang tetap bertahan untuk keempat kalinya. Target berikutnya tampaknya adalah garus support di sekitar 1.3056. Atau lebih jauh lagi di sekitar 1.3008, level support terendah Desember 2014.

Untuk beberapa rival USD dari Asia Pasifik sepertinya masih akan mengalami kenaikan. Namun, jika keadaan memburuk, secara otomatis keseluruhan mata uang Asia Pasifik akan terkena imbasnya dan akan mengalami aksi jual besar-besaran. Karena itu, bagi para investor sebaiknya tetap berhati-hati selama pekan ini dan pekan depan, hingga kondisi pasar jelas.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account