Dolar Vs Yen Sentuh Posisi Terendah 16 Bulan Terakhir

Dilansir oleh Tokyo Reuters, Dolar Vs Yen kembali tergelincir ke level terendah 16 bulan terakhi.  Dolar AS semakin tertekan di hari Senin (26/03) akibat kekhawatiran perang perdagangan global yang belum mereda.  Selain itu, perkembangan politik di Tokyo yang semakin positif juga membuat para investor menjadi lebih bullish terhadap Yen.

Retorika Dolar Vs Yen

Mata uang AS berusaha naik level 104.835 Yen, setelah jatuh ke level 104.560, level terlemah sejak November 2016. Dolar terus merosot 1.2% versus Yen Jepang pekan lalu, akibat meningkatkan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Kekhawatiran terus berlanjut karena kedua negara tersebut adalah negara adidaya, dan bisa memicu perang dagang secara global.

Amerika Vs China

Pasar global terguncang setelah Presiden AS, Donald Trump menentukan pemberlakukan tarif impor barang-barang China. Kenaikan tarif impor tersebut tentunya menyulut emosi China, dan aksi pembalasan pun sudah direncanakan akan segera di berlakukan.

Jika Amerika menetapkan kenaikan tarif bea masuk Baja 25% dan Aluminium 10%, maka pembalasan China lebih kejam. China akan menetapkan kenaikan 15% untuk seluruh impor dari AS, termasuk Daging, Anggur, Aluminium Daur Ulang dan lain sebagainya.

Tentunya fundamental seperti ini menjadi salah sentimen negatif untuk Dolar AS, dan membuat USD terus tergelincir melawan rival mata uang dunia.

Selain itu, Jepang memiliki sentimen yang sangat positif. yakni skandal politik dengan tokoh kunci dalam skandal kronisme yang mencengkram Perdana Menteri, Shinzo Abe karena bersaksi di parlemen pada hari Selasa pekan ini.

Langkah ekonomi tersebut di juluki Abenomics, yang diprakarsai oleh Abe, dan telah menjadi faktor negatif sehingga Yen terus mengalami penurunan beberapa tahun terakhir.  Kejadian apapun yang mengarah pada penurunan dukungan terhadap Abe akan menurunkan kemampuannya untuk menjaga Abenomics tetap berlaku.

Yukio Isizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities mengatakan bahwa :

“Dengan kekhawatiran tentang permusuhan Amerika Serikat dan China mengunci tanduk pada masalah perdagangan dan kesaksian parlemen Jepang yang akan diadakan selasa ini”.

“Ini benar-benar perdagangan Tanpa Resiko, dengan Yen dan Swiss Franc sebagai Safe Havens”, pungkas Ishizuki.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account