Dolar AS Tergelincir Setelah Keputusan The Fed, Kekhawatiran Perdagangan Membelenggu Saham

Dolar AS Tergelincir secara terus-menerus pada hari ini (Kamis, 22/03). Penurunan drastis terjadi setelah Federal Reserve menahan diri dari peningkatan laju kenaikan suku bunga tahun ini. Sementara kekhawatiran atas pengumuman yang akan datang pada tarif perdagangan (tarif bea masuk) menutup saham Asia.

Penyebab Utama Dolar AS Tergelincir

Hampir seluruh saham mulai dari Asia Pasifik mengalami penuurnan, begitu juga sebagian besar Saham Eropa. Sedangkan saham-saham Wall Street mengalami kenaikan namun tidak sampai 0.5%.

Federal Reserve AS / Bank Sentral AS telah memutuskan menaikkan suku bung apada hari Rabu. Dan memperkirakan hanya 2 kali lagi kenaikan untuk tahun ini. Sehingga, sumber malapetaka bagi Dolar AS adalah keniakan lanjutan hanya 2 kali saja, lebih sedikit dari optimisme para pelaku pasar.

Jauh-jauh sebelumnya, para investor menginginkan bahwa kenaikan suku bunga yang akan terjadi di masa depan sekitar 3 kali lagi. Sehingga, panduan yang dirilis tadi malam dinilai kurang hawkish, dan Dolar AS langsung terjun bebas.

Greenback langsung melemah drastis karea sentimen tersebut, hampir tertekan di seluruh pasangan mata uang utama dunia.  Hingga hari ini pun, efek pelemahan masih terlihat meskipun terlihat ada sedkit aksi buyback dari level-level penting.

Disisi lain, The Fed tetap optimis terhadap pertumbuhan ekonomi, merevisi proyeksi kenaikan untuk tahun 2019 and tahun 2020. Lalu, The Fed juga meningkatkan perkiraan suku bunga “netral” jangka panjang yang disentuh.  Hal ini menunjukkan siklus pengetatan saat ini dan dapat berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Norihiro Fujito, salah satu Ahli Strategi Investasi Senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley mengatakan :

“Mereka juga memperkirakan tiga kenaikan tahun depan (2019), dan dua lagi di tahun 2020”.

Tekanan terhadap Greenback terutama muncul dari Pound Inggris. Mengingat data upah inggris yang dipublikasikan hari rabu justru menegaskan kekuatan dan harapan bahwa BoE akan menaikan suku bunganya di bulan Mei.

Mengikuti The Fed, langkah Bank Rakyat China dengan hati-hati menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar5 basis poin. Aksi ini dilakukan untuk mencegah perbedaan suku bunga AS dan China yang terlalu lebar.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account