Federal Reserve Tingkatkan Suku Bunga Pada Pertemuan Pertama Dengan Powell Di Helm

The Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat) menaikkan suku bunga seperempat poin atau 25 basis poin. Kenaikan ini merupakan kenaikan suku bunga yang pertama untuk tahun ini, dan sudah diantisipasi oleh para pelaku pasar.

Keputusan Federal Reserve Dalam Kenaikan Suku Bunga Di Masa Depan

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) meningkatkan tingkat suku bunga tadi malam dari kisaran level 1.5% menjadi level 1.75%, atau naik 24 basis poin.  Kenaikan ini dilakukan pertama kali pada saat pertemuan pertama dengan ketua Federal Reserve yang baru, Jerome Powell.

Sebelumnya, pedagang berjangka telah melihat dan memprediksikan bahwa 91% peluang kenaikan suku bunga menjelang pertemuan telah terjadi, dan menjadi sebuah tolok ukur respon dari pelaku pasar terhadap sentimen tersebut.

Anggota komite penetapan tarif suku bunga The Fed tetap berpegang pada perkiraan median mereka, untuk setidaknya melakukan kenaikan suku bunga 3 kali selama tahun 2018, justru direvisi menjadi kenaikan di tahun 2019 dan 2020.  Inilah sentimen yang sangat buruk yang menimpa USD, sehingga USD benar-benar tergelincir tadi malam.

Bank sentral rencananya akan menaikkan suku bunga ke level 2.9% pada tahun 2019, naik dari perkiraan sebelumnya sekitar 2.7%. Sementara itu, kenaikan suku bunga di tahun 2020 diperkirakan meningkat menjadi 3.4%, naik dari perkiraan sebelumya di level 3.1%.

Firma Riset Pantheon mengatakan :

“Tidaka ada titik keempat untuk tahun 2018. Hanya satu anggota FOMC yang ingin menambahkan kenaikan ke profil tahun 2018, sedangkan sisanya tidak menginginkan empat kali kenaikan suku bunganya”.

Sebagai tanda kepercayaan pada perekonomian AS, anggota komite penetapan tarif menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi mereka untuk tahun 2018 ini. Mereka  memperkiraakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan naik  ke level 2.7%, atau naik 0.2% dari proyeksi sebelumnya di level 2.5% pada bulan Desember tahun lalu.

Inflasi yang menurun bagaimanapun terus membayangi dan membebani pertumbuhan ekonomi AS. Apalagi, bank sentral justru meninggalkan prospek inflasi Core PCE  mereka untuk tahun 2018. Dengan tidak merubahnya ke level 1.9% dan untuk tahun 2019 direvisi menjadi lebih tinggi di level 2.1%.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account