Greenback Berkonsolidasi Jelang Keputusan Rate Hike The Fed

Selama sesi perdagangan Asia Pasifik hingga sore ini, terlihat bahwa Greenback Berkonsolidasi jelang keputusan kenaikan suku bunga The Fed. Greenback atau Indeks Dolar AS terlihat mengalami sedikit tekanan dari beberapa rival mata uang utama, terutama terhadap Yen.

Greenback Berkonsolidasi Dan Mungkin Akan Meroket

Beberapa hari terakhir,  terlihat bahwa investor sedang menunggu agenda terpenting, yaitu kenaikan suku bunga The Fed. Selain kenaikan suku bunga tersebut, investor juga masih menunggu bunyi pernyataan dari ketua The Fed yang baru, Jerome Powell.

Selain momen kenaikan suku bunga tersebut, ada hal lain yang lebih penting yang harus diperhatikan.

“Berapa kali lagi kenaikan suku bunga The Fed akan dilakukan di masa depan?”.

Pertanyaan diatas lah yang saat ini sedang hinggap di benar investor, dan butuh kejelasan mengenai hal tersebut. Jika kenaikan suku bunga akan dilakukan 2 hingga 3 kali lagi di masa mendatang, kepositifan USD bakal naik lebih besa, dan ini tentunya buruk bagi mata uang lainnya.  Apalagi, untuk negara penghasil komoditas seperti Australia, Kanada, dan New Zealand, akan terpukul lebih jauh lagi karena harga komoditas yang semakin menurun.

Kondisi perdagangan kemarin pun memperlihatkan bahwa USD mulai memberikan tekanan kepada mayoritas rival mata uangnya. EURUSD kemarin ditutup negatif di level 1.2243, GBPUSD juga ditutup negatif di level 1.4009, AUDUSD melemah di level 0.7682.

Situasi kenaikan USD tersebut memang disebabkan oleh sedikit keyakinan yang mendominasi pembelian USD atas dasar kenaikan suku bunga yang hampir dipastikan bakal terjadi.  Pasar ekuitas AS pun juga memberikan kesempatan “buyback” untuk penguatan dolar AS pada saat USD berada di level terendah 3 pekan.

Dari pagi tadi hingga sore ini, USD berhasil memberikan tekanan kepada Euro dan Pound. Hal ini terjadi akibat inflasi inggris ynag menurun kembali. Saat ini, inflasi Inggris masih tetap jauh diatas target bank sentral (2%). Sehingga segala upaya untuk menurunkan target inflasi tersebut harus dilakukan oleh Bank Sentral Inggris (BoE). Selain itu, jika Brexit tetap mengalami kebuntuan dimasa depan, bukan tidak mungkin kebijakan super ringan akan terus diberlakukan.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account