Harga Emas Positif Jelang Kejelasan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Pada sesi perdagangan logam mulia emas dari sesi pagi tadi hingga sore ini pada bursa, terlihat bahwa Harga Emas positif. Hal ini terjadi akibat dari investor yang yakin tentang hasil dari keputusan kebijakan The Fed.

Sepertinya, kenaikan harga emas yang terjadi kali ini akibat dari “buyback” jelang akhir dari kejelasan kenaikan suku bunga The Fed.

Harga Emas Mulai Naik Perlahan

Sebelumnya, Harga Emas mengalami aksi jual yang cukup signifikan semalam. Situasi tersebut akibat dari investor yang tidak ingin memiliki emas dalam jangka waktu lama, dan investor memiliki kesempatan investasi baru.

Pasar Ekuitas AS memberikan opsi yang lebih signifikan untuk aksi beli, disaat emas sedang melemah hingga level low 2 pekan.

Emas terus mengalami pelemahan jelang keputusan kebijakan moneter The Fed, namun kemungkinan akan ada aksi “buyback” yang lebih besar.

Selain itu, investor juga masih ingin mendengar tentang pernyataan Jerome Powell sebagai ketua The Fed yang baru untuk pertama kalinya.  Hampir bisa dipastikan 91% bahwa kenaikan suku bunga The Fed akan terjadi. Namun, ada sisi lain yang harus diperhatikan yaitu “Berapa kali lagi The Fed akan menaikkan suku bunganya?”.

Jika sisi positif dari pernyataan tersebut terjadi, artinya kenaikan suku bunga masih akan terjadi 2 hingga 3 kali lagi, maka Emas diprediksikan akan tergelincir.

Begitu juga sebaliknya, jika kenaikan suku bunga kedepan hanya dibawah ekspektasi pasar, maka Emas sekali lagi akan menjadi Safe Havens terbaik.

Disisi lain, Dolar AS terlihat mampu untuk meredupkan harga emas seiring dengan pulihnya Yield Obligasi AS , akibat adanya antisipasi kenaikan suku bunga.

Hari ini, Harga Gold Futures di bursa berjangka Comex (New York Mercantille Exchange) menguat 0.24% di level $1315.10 per troy ons. Sedangkan untuk harga perak naik 0.43% di level $16.26 per troy ons.

Sebelumnya, aksi jual emas yang cukup besar terjadi akibat dari data ekonomi luar AS yang menunjukkan sisi negatif. Beberapa negara seperti Australia, New Zealand, dan Kanada sepertinya gagal untuk melepaskan diri dari kebijakan ultra ringannya.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account