Negara China Dan Jerman Bekerjasama Menyusul Tarif Trump

Negara China dan Jerman telah bersepakat untuk bekerjasama menyusul penetapan tarif bea masuk baja dan aluminium yang dilakukan Trump. Angela Merkel, Kanselir Jerman, dan Xi Jinping, Presiden China telah membahas tentang masalah kelebihan kapasitas didalam pasar baja dunia.

Kedua pemimpin yang baru menjabat tersebut, dalam sebuah diskusi telah menekankan bahwa kedua negara akan tetap behubungan erat. Hal yang dibahas selanjutnya adalah bagaimana menghadapi rencana penetapan kenaikan tarif bea masuk impor baja dan aluminium AS. Keduanya juga sepakat untuk melanjutkan kemitraan strategis mereka. Hal tersebut disampaikan oleh Steffen Sebert, dalam pernyataan resminya.

Kepentingan Pihak China Dan Jerman

Baik pihak China maupun Jerman juga menggarisbawahi pentingnya kerjasama multilateral bagi perdagangan global. Hal ini tentu saja merupakan respon yang tajam, terhdap keputusan pemerintahan Donald Trump yang selalu mengambil sisi proteksionisme.

Xi Jinping mengatakan bahwa kedua negara (China dan Jerman) harus menjadi contoh hubungan internasonal model baru. Artinya, meskipun kedua negara memiliki perbedaan Ideologis, dengan penetapan “Belt and Road” dalam kerjasamanya, maka seluruh perbedaan dapat dikesampingkan.

Hubungan antara China dan Jerman ini juga akan terus berlanjut, sejauh kedua belah pihak masih saling menghormati dan menjunjung tinggi kesetaraan. Selain itu, keduanya harus memperhatikan kepentingan dalam menghadapi masalah utama.

Pihak Amerika Serikat sendiri mengatakan bahwa mereka akan bekerjasama dengan negara yang berpikiran sama. Artinya, hanya yang ideologis-nya sama yang bisa mendapatkan keistimewaan dari pihak AS. Pernyataan tersebut akan disampaikan secara resmi di pertemuan G20, pada awal minggu depan di Argentina.

Seruan Merkel dan Xi tersebut terjadi pada saat ketegangan antara AS, Eropa, dan China sedang memuncak, akibat penerapan tarif baru. Apalagi, pihak China juga menolak dengan tegas terhadap undang-undang AS dalam pertukaran pejabat, antara Taiwan dan AS. China sendiri menganggap bahwa Taiwan adalah negara yang demokratis, dan merupakan sebuah provinsi yang tidak akan memperdulikan dan membantu hubungan antar negara.

Kerjasama Merkel dan Xi ini akan berfokus pada pembahasan mengenai masalah Kelebihan Kapasitas di pasar baja, serta mencari solusi pada saat pertemuan G20 berlangsung.

Tags:
0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Tanya Jawab Forex ©2018. ArisMedia.ID

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account